Kompas.com - 01/05/2018, 15:47 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan presentasi soal bukti bahwa Iran menyembunyikan senjata nuklirnya melalui Proyek Amad di Tel Aviv, Senin (30/4/2018). AFP/JACK GUEZPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan presentasi soal bukti bahwa Iran menyembunyikan senjata nuklirnya melalui Proyek Amad di Tel Aviv, Senin (30/4/2018).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku punya bukti intelijen kalau Iran menyembunyikan senjata nuklir.

"Biar saya beri tahu kepada Anda satu hal. Selama ini Iran berbohong," kata Netanyahu dalam pertemuan jajaran Kementerian Pertahanan Senin di Tel Aviv (30/4/2018).

Netanyahu menyebut terdapat 100.000 dokumen seperti foto, video, hingga cetak biru yang memperlihatkan Iran secara rahasia melanggar kesepakatan 2015.

Perjanjian bernama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) itu diteken Iran dengan enam negara; Amerika Serikat (AS), China, Inggris, Perancis, Rusia, dan Jerman.

Pengembangan senjata nuklir itu dilakukan di sebuah fasilitas rahasia di Distrik Shorabad, yang jika dilihat tampak seperti bangunan biasa.

Baca juga : Iran Sebut AS Tak Memenuhi Syarat sebagai Penengah Dua Korea

"Iran merencanakannya dengan sangat baik untuk menyamarkan pengembangan senjata nuklir mereka, dan memakai personel yang sama," beber Netanyahu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dinamakan Proyek Amad, Netanyahu membeberkan Iran bertujuan untuk mendesain, memproduksi, dan menguji coba lima hulu ledak berkekuatan 10 kiloton TNT.

Diwartakan CNN Selasa (1/5/2018), Netanyahu memuji kumpulan dokumen tersebut sebagai "prestasi terbesar intelijen Israel".

Netanyahu melanjutkan, dokumen intelijen itu telah dibagikan kepada AS, dan bakal disebarluaskan kepada negara lain, termasuk Badan Atom Dunia (IAEA).

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menanggapi dengan menyebut dokumen tersebut asli, dan fakta itu terbilang baru bagi para pakar negaranya.

"Kini dunia mengetahui Iran bohong dan bakal terus melakukannya. Ini waktunya mengetahui apakah mereka bisa dipercaya untuk mengontrol nuklir," kata Pompeo.

Tidak hanya Pompeo. Tanggapan juga datang dari Presiden Donald Trump yang memuji presentasi dari Netanyahu.

"Perilaku Iran tidak bisa diterima," kata Trump yang mempunyai waktu hingga 12 Mei untuk menentukan apakah memperpanjang atau menarik diri dari kesepakatan 2015 itu.

Baca juga : Macron: Mungkin, Trump Tidak Akan Lanjutkan Kesepakatan Nuklir Iran

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Sky,CNBC,CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.