Kompas.com - 24/04/2018, 18:38 WIB
Foto yang dirilis Kantor Presiden Iran menunjukkan Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri sebuah pertemuan kabinet di Ibu Kota Teheran, Minggu (31/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan. AFP PHOTO/IRANIAN PRESIDENCY/HOFoto yang dirilis Kantor Presiden Iran menunjukkan Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri sebuah pertemuan kabinet di Ibu Kota Teheran, Minggu (31/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan.

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani memberikan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

The Telegraph memberitakan Selasa (24/4/2018), dalam pidatonya di televisi, Rouhani meminta Trump untuk menghormati kesepakatan nuklir 2015.

Kesepakatan itu dilakukan di Lausanne, Swiss, pada 2 April 2015 meliputi Iran dan enam negara. Yakni AS, China, Rusia, Inggris, Perancis, dan Jerman.

Kesepakatan bernama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) itu bakal habis tenggat waktunya pada 12 Mei mendatang.

Baca juga : Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Iran

Diwartakan Al Jazeera, Trump berkata kalau dia bakal menarik AS dari kesepakatan nuklir yang disebutnya "terburuk dalam sejarah" tersebut.

Dia menyebut siap meneruskan kesepakatan itu jika menegaskan soal isu Iran yang lain. Seperti kepemilikan rudal balistik, atau aktivitas mereka di Timur Tengah.

"Jika ada seseorang yang mengkhianati komitmen, tentunya dia paham bakal menghadapi konsekuensi atas perbuatannya itu," kata Rouhani.

Sebelumnya, Presiden Perancis Emmanuel Macron berkata Trump bakal menyebabkan hubungan AS dengan sekutunya di Eropa retak.

"Anda tidak bisa menyatakan perang dengan semua orang. Sangat rumit. Anda butuh sekutu," kata Macron dalam wawancara dengan Fox via CNN Senin (23/4/2018).

Macron melanjutkan, kesepakatan JCPOA tidak akan bisa meningkatkan hubungan negara Barat dengan Iran.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.