Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Iran

Kompas.com - 19/04/2018, 20:03 WIB
Agni Vidya Perdana

Penulis

Sumber AFP

BUSHEHR, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang wilayah Iran, Kamis (18/4/2018). Getaran yang sangat kuat terasa di kawasan Bushehr di selatan, yang sekaligus menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu.

Diberitakan AFP mengutip dari saluran berita Telegram dari televisi pemerintah Iran, gempa yang terjadi tidak sampai menimbulksn korban jiwa maupun materi.

"Guncangan akibat gempa yang terjadi juga tidak mempengaruhi aktivitas pembangkit listrik," kata Manajer Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, Mahmoud Jafari.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Mindanao di Filipina

Pusat Seismologi Universitas Teheran mengatakan, titik pusat gempa berada di wilayah Kaki, sekitar 80 kilometer dari lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 06.34 GMT tersebut melanda wilayah yang sepi penduduk.

Kepala Layanan Gawat Darurat mengatakan gempa tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka. Juga tidak menimbulkan kerusakan, terutama pada pembangkit listrik.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr dibangun dengan bantuan dari Rusia dan mulai beroperasi pada tahun 2011. Pembangkit listrik ini memiliki reaktor yang mampu menghasilkan listrik hingga 1.000 megawatt.

Berada di garis patahan menjadikan Iran kerap dilanda gempa bumi. Gempa besar sebelumnya tercatat telah terjadi di perbatasan Iran dan Irak pada November 2017.

Berkekuatan 7,3 magnitudo, gempa bumi tersebut menewaskan hingga 620 orang di provinsi barat Kermanshah dan delapan orang di Irak.

Baca juga: Korban Gempa Magnitudo 7,5 di Papua Niugini Lebih dari 100 Orang

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com