Kompas.com - 19/04/2018, 20:03 WIB
Foto yang diambil pada Agustus 2010, menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Iran di kawasan Bushehr yang dibangun pada 2010 dan mulai beroperasi 2011. AFP/ATTA KENAREFoto yang diambil pada Agustus 2010, menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Iran di kawasan Bushehr yang dibangun pada 2010 dan mulai beroperasi 2011.

BUSHEHR, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang wilayah Iran, Kamis (18/4/2018). Getaran yang sangat kuat terasa di kawasan Bushehr di selatan, yang sekaligus menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu.

Diberitakan AFP mengutip dari saluran berita Telegram dari televisi pemerintah Iran, gempa yang terjadi tidak sampai menimbulksn korban jiwa maupun materi.

"Guncangan akibat gempa yang terjadi juga tidak mempengaruhi aktivitas pembangkit listrik," kata Manajer Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, Mahmoud Jafari.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Mindanao di Filipina

Pusat Seismologi Universitas Teheran mengatakan, titik pusat gempa berada di wilayah Kaki, sekitar 80 kilometer dari lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 06.34 GMT tersebut melanda wilayah yang sepi penduduk.

Kepala Layanan Gawat Darurat mengatakan gempa tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka. Juga tidak menimbulkan kerusakan, terutama pada pembangkit listrik.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr dibangun dengan bantuan dari Rusia dan mulai beroperasi pada tahun 2011. Pembangkit listrik ini memiliki reaktor yang mampu menghasilkan listrik hingga 1.000 megawatt.

Berada di garis patahan menjadikan Iran kerap dilanda gempa bumi. Gempa besar sebelumnya tercatat telah terjadi di perbatasan Iran dan Irak pada November 2017.

Berkekuatan 7,3 magnitudo, gempa bumi tersebut menewaskan hingga 620 orang di provinsi barat Kermanshah dan delapan orang di Irak.

Baca juga: Korban Gempa Magnitudo 7,5 di Papua Niugini Lebih dari 100 Orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.