Kompas.com - 28/04/2018, 19:30 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia tengah mengembangkan pesawat pembom supersonik terbaru yang akan segera diuji coba pada Agustus mendatang. Pesawat pembom hasil modifikasi tersebut diklaim memiliki akurasi hingga sepuluh kali lebih baik dari tipe sebelumnya.

Pesawat pembom jenis baru yang disebut TU-22M3M tersebut adalah hasil modifikasi dari pesawat pembom Tupolev Tu-22M3 yang telah sering digunakan dalam misi serangan udara di Suriah.

Melansir dari Metro.co.uk, pesawat pembom dengan kemampuan terbang berkecepatan suara itu dilengkapi dengan rudal generasi baru yang mematikan.

Baca juga: Rusia Beli 10 Pesawat Pembom Supersonik Canggih Seharga Rp 3,5 T

Pesawat pembom baru tersebut dapat dinavigasi hingga delapan kali lebih akurat, serta dapat menembakkan misil dengan tingkat akurasi sepuluh kali lebih tepat dari tipe pendahulunya.

Pesawat tersebut juga mampu terbang hingga mencapai ketinggian lebih dari 22 kilometer dari permukaan tanah.

"Kami bermaksud membawa TU-22M3M itu ke udara untuk pertama kalinya pada bulan Agustus mendatang," kata sumber salah seorang pejabat.

Modifikasi dan peningkatan kemampuan pesawat pembom tersebut dilakukan setelah memburuknya hubungan diplomatik antara Rusia dengan negara-negara Barat, yang disebut berada pada titik terendah sejak masa Perang Dingin.

Diberitakan Metro.co.uk, direktur jenderal pembuat pesawat Tupolev mengatakan, sekitar 30 unit pesawat pembom dari total lebih dari 100 unit yang dimiliki Rusia ini akan dimodernisasi pada 2020.

Sementara, sisa unit pesawat yang dijuluki Backfire-C oleh NATO ini akan menyusul dimodernisasi setelahnya.

Kepala Komite Keamanan dan Pertahanan Rusia, Viktor Bondarev menyampaikan, saat ini seluruh perangkat elektronik pesawat sedang diperbarui.

"Yang paling penting adalah pesawat-pesawat pembom itu akan diadaptasi untuk dapat membawa rudal supersonik KH-32 yang canggih," kata Bondarev.

Baca juga: Produsen Pesawat Rusia Hentikan Kerja Sama dengan NATO

Rudal KH-32 tersebut merupakan rudal yang ditembakkan dari udara ke permukaan dengan daya jangkau hingga lebih dari 990 kilometer serta dapat mencapai kecepatan hingga 4.900 kilometer per jam dan ketinggian 40 kilometer.

Masing-masing pesawat TU-22M3M tersebut dirancang untuk dapat membawa sebanyak enam buah rudal KH-50 yang lebih canggih lagi dan memastikan kemampuan tempur jarak jauh Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.