Rusia Beli 10 Pesawat Pembom Supersonik Canggih Seharga Rp 3,5 T

Kompas.com - 26/01/2018, 22:33 WIB
Pesawat pembom supersonik TU-160M milik Rusia yang mampu membawa hingga 12 misil jelajah dan misil nuklir jarak dekat. Alamy via The IndependentPesawat pembom supersonik TU-160M milik Rusia yang mampu membawa hingga 12 misil jelajah dan misil nuklir jarak dekat.
|
EditorAgni Vidya Perdana

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia akan segera memiliki 10 pesawat pembom supersonik canggih setelah Presiden Vladimir Putin menyepakati kontrak pembelian senilai 15 miliar rubel (sekitar Rp 3,5 trliliun).

Menurut Putin, pembelian pesawat tempur itu bakal memperkuat kemampuan negara nuklir tersebut.

Dilansir dari The Independent, pesawat pembom strategis jenis TU-160M yang telah diperbarui itu dijadwalkan diantarkan ke Angkatan Udara Rusia antara saat ini sampai 2027 mendatang.

Pesawat yang mendapat julukan Blackjacks oleh NATO tersebut memiliki kemampuan melipat bagian sayapnya ke belakang untuk menambah kecepatan terbang.

Baca juga: Video Turbulensi Pesawat Rusia Jadi Viral, Penumpang Patah Tulang

"Pembelian ini menjadi langkah serius menuju pengembangan bidang teknologi canggih kita, serta akan memperkuat kemampuan pertahanan diri negara," kata Putin usai menyaksikan demonstrasi penerbangan pesawat pembom itu, Kamis (25/1/2018).

Sebagai pesawat pembom, TU-160M yang canggih itu mampu membawa hingga 12 misil jelajah atau 12 misil nuklir jarak dekat. Serta mampu terbang menempuh jarak 12.000 kilometer dalam sekali pengisian bahan bakar.

Pesawat yang diproduksi perusahaan kedirgantaraan Rusia, Tupolev tersebut diklaim 60 persen lebih efektif dibanding versi sebelumnya dengan perbaikan signifikan pada persenjataan, navigasi dan sistem penerbangannya.

Versi pesawat TU-160 yang sudah ada telah digunakan dalam misi pengeboman pasukan penentang Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

Baca juga: Rusia Kirim Pesawat Pengebom ke Indonesia, Australia Waspada

Kepala Manufaktur Pabrik, Rinat Khamatov menyebut Rusia memang memerlukan versi modern dari pesawat pembom itu.

"Pesawat TU-160 adalah senjata pencegahan dan sangat bagus Rusia dapat mulai membuatnya lagi," kata dia.

Ke depan, Rusia juga akan membuat versi modern dari pesawat tanker II-78 yang dapat melakukan pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat pembom TU-160, dan memungkinkan pesawat tersebut menjangkau setiap tempat di mana pun di bumi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X