Kompas.com - 27/04/2018, 21:41 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing wen akan singgah ke Honolulu dan Guam dalam perjalanan diplomatik ke sejumlah kepulauan sekutunya. Sam Yeh / AFPPresiden Taiwan Tsai Ing wen akan singgah ke Honolulu dan Guam dalam perjalanan diplomatik ke sejumlah kepulauan sekutunya.

TAIPEI, KOMPAS.com - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan kesediaan bertemu dengan Pemimpin China Xi Jinping untuk membahas masalah perdamaian dan stabilitas hubungan kedua pihak.

"Pemerintahan kami akan bersedia melakukan apa pun yang dapat membantu terjadinya perdamaian dan stabilitas," kata Tsai saat ditanya pada Jumat (27/4/2018) kemungkinan dirinya mempertimbangkan pertemuan dengan Xi Jinping.

"Pertemuan dengan pemimpin China bisa dilangsungkan tanpa prakondisi politik dan pada pijakan yang sama."

"Dengan dasar-dasar itu saya percaya tidak ada pemimpin Taiwan yang akan menolak," tambah Tsai dilansir AFP.

Baca juga: China Luncurkan Pesawat Pengebom dan Jet Tempur di Sekitar Taiwan

Komentar itu disampaikan Tsai Ing-wen dengan menyebut pertemuan antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang sedang digelar di desa perbatasan, Panmunjom, Jumat (27/4/2018).

Mengenai pertemuan kedua Korea, Tsai berharap pertemuan antara Moon Jae-in dengan Kom Jong Un menjadi satu langkah besar menuju stabilitas wilayah Korea.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Taiwan siap berkontribusi secara aktif bekerja sama dengan komunitas internasional mempromosikan perwujudan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut," kata Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam pernyataannya.

Beijing masih menganggap Pulau Taiwan sebagai bagian dari negaranya dan masih mengharapkan adanya reunifikasi.

Hubungan antara China dengan Taiwan pernah mencair saat Taipei di bawah kepemimpinan Ma Ying-jeou pada 2008-2016. Puncaknya saat Ma bertemu dengan Xi Jinping di Singapura pada 2015.

Saat itu pemerintahan Ma mengakui apa yang disebut "Konsensus 1992" yang mengakui "satu China" tanpa secara spesifik menyebut Beijing atau Taipei sebagai perwakilan yang sah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.