Kompas.com - 26/04/2018, 21:42 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Militer China meluncurkan sejumlah armada udaranya di sekitar wilayah Taiwan pada Kamis (26/4/2018). Pesawat pengebom hingga jet tempur dikerahkan dalam aksi unjuk kekuatan terbaru yang dikemas dalam sebuah "latihan tempur".

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Angkatan Udara China, pesawat pengebom H-6K, pesawat peringatan dini, pesawat pengintai, dan beberapa jet tempur diterbangkan melintasi Selat Bashi, wilayah selatan Taiwan, Selat Miyako, dan di dekat Pulau Okinawa, Jepang.

Angkatan Udara menyatakan, pesawat pengebom H-6K telah menyelesaikan sejumlah latihan yang dilakukan dengan mengelilingi Taiwan sejak 18 April.

Baca juga: China Kembangkan Teknologi Siluman untuk Pesawat Tempur Biasa

"Latihan dilakukan untuk memperkuat kapasitasnya dalam menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial," tulis pernyataan Angkatan Udara China dalam media sosial resmi mereka.

Juru bicara kementerian pertahanan China, Wu Qian, menyampaikan dalam konferensi pers, serangkaian operasi yang dilakukan ditujukan langsung untuk menentang pasukan kemerdekaan Taiwan dan aktivitasnya di Pulau Formosa.

"Tujuannya adalah untuk mencegah pasukan kemerdekaan Taiwan mengancam kesejahteraan rakyatnya. Jika mereka terus melakukan tindakan gegabah, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut," kata Wu dilansir AFP.

China menganggap pulau yang diperintah secara mandiri dan demokratis tersebut sebagai bagian pemberontak dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan kemungkinan reunifikasi menggunakan kekuatan.

Sementara Taipei menuduh Beijing dengan armadanya tengah berupaya memicu ketegangan di wilayah tersebut melalui serangkaian latihan yang dilakukan.

Taiwan mengumumkan pada Selasa (24/4/2018) akan menggelar latihan menggagalkan invasi China dalam agenda tahunan melalui simulasi serangan wilayah pesisir.

Baca juga: China Pamerkan Rudal Terbaru yang Bisa Hantam Guam

Sebelumnya, pesawat pengebom dan mata-mata China telah diterbangkan di sekitar Taiwan pekan lalu.

Helikopter tempur Beijing juga melakukan latihan dengan rudal di lepas pantai tenggara China pada 18 April.

China juga terus meningkatkan patroli militer di sekitar Taiwan dan melakukan tekanan diplomatik terhadap pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.