China Pamerkan Rudal Terbaru yang Bisa Hantam Guam - Kompas.com

China Pamerkan Rudal Terbaru yang Bisa Hantam Guam

Kompas.com - 17/04/2018, 22:37 WIB
Inilah rudal terbaru China yang diklaim bisa menghantam teritori AS di Guam.CCTV13/tv.people.com.cn Inilah rudal terbaru China yang diklaim bisa menghantam teritori AS di Guam.

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah rudal terbaru yang dikembangkan China dilaporkan dipamerkan dalam parade militer mereka.

Seperti diberitakan oleh Daily Mirror Selasa (17/4/2018), rudal nuklir tersebut diklaim bisa terbang sejauh 2.000 mil, atau sekitar 3.218 kilometer.

Dengan jarak sejauh itu, rudal tersebut bisa menghantam Guam, teritori Amerika Serikat ( AS) yang terletak di Samudera Pasifik.

Baca juga : Peringatkan AS, Pesawat Pengebom China Melintasi Guam


Meski Pemerintah China tidak merilis jenis misil itu, media lokal meyakini misil itu merupakan jenis Dongfeng DF-26 yang bisa melaju dalam kecepatan supersonik.

Dalam reportasenya, media pemerintah CCTV melansir kalau rudal jarak menengah itu dikembangkan khusus untuk Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

" Rudal ini merupakan tipe sistem pertahanan strategis terbaru, dan merupakan tulang punggung militer negara," ulas CCTV.

Sementara situs Negeri "Panda" Sina melaporkan, China tidak berniat untuk menggunakan rudal tersebut "kecuali jika diprovokasi".

Dilaporkan, China mempunyai sekitar rudal jarak menengah DF-26. Namun, tidak diketahui berapa banyak jumlah misil jenis D-41.

D-41 merupakan salah satu rudal balistik terkuat dunia. Rudal dengan panjang 21 meter dan bobot 80 ton itu bisa melaju hingga 14.000 kilometer.

Jangkauan tersebut membuat China mampu meluncurkan rudal dengan target AS ataupun Inggris.

Baca juga : Trump Kirim Jet Pengebom dan Siluman Canggih dari Guam ke Korsel


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X