Kompas.com - 09/04/2018, 16:17 WIB
Pelaut Taiwan di depan kapal selam kelas guppy buatan AS di pangkalan Angkatan Laut Tsoying di Kaohsiung, Taiwan selatan, Januari 2017 lalu. Peluang Taiwan membuat kapal selamnya sendiri kini semakin terbuka dengan bantuan perusahaan AS. AFP/SAM YEHPelaut Taiwan di depan kapal selam kelas guppy buatan AS di pangkalan Angkatan Laut Tsoying di Kaohsiung, Taiwan selatan, Januari 2017 lalu. Peluang Taiwan membuat kapal selamnya sendiri kini semakin terbuka dengan bantuan perusahaan AS.

TAIPEI, KOMPAS.com - Washington telah memberikan persetujuan kepada kontraktor pertahanan AS untuk membantu proyek pembuatan kapal selam di Taiwan.

Hal tersebut secara tak langsung menunjukkan dukungan AS terhadap Taiwan. Taipei menyambut baik hal tersebut sebagai terobosan dalam ambisi jangka panjang negara itu dalam menghadapi ancaman dari China.

Rencana membangun sendiri armada kapal selam oleh pemerintah Taiwan telah mulai diluncurkan pada tahun lalu, menyusul rencana pembelian langsung dari AS tidak tercapai dan hubungan yang memburuk dengan China.

Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui pemberian lisensi teknologi pembuatan kapal selam mereka kepada Taiwan dan mengizinkan perusahaan pertahanan mereka untuk memberikan pendampingan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Chiang Kai Shek, Presiden Pertama Taiwan

"Persetujuan itu merupakan sebuah terobosan dan ini merupakan bagian proses yang harus dilalui. Kami akan menempuhnya selangkah demi selangkah," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Chen Chung-chi, Minggu (8/4/2018) kepada AFP.

Persetujuan dari Washington menyusul Presiden Donald Trump pada bulan lalu yang menandatangani peraturan yang mengizinkan pejabat tinggi AS untuk melakukan perjalanan ke Taiwan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen turut menyambut baik persetujuan Washington dan mengatakan hal itu akan membantu negaranya mengembangkan dan membangun lebih banyak persenjataan di dalam negeri.

"Keputusan pemerintah AS tidak hanya akan membantu Taiwan dalam meningkatkan kemampuan pertahanannya namun juga akan menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan ini," kata Presiden Tsai dalam pernyataannya pada Sabtu (7/4/2018).

Namun perjanjian AS dengan Taiwan itu mendapat tentangan keras dari China, yang mengangkap pulau Formosa tempat negara Taiwan masih sebagai wilayahnya meski kedua pihak telah diperintah secara terpisah sejak berakhirnya perang saudara pada 1949.

Beijing telah meminta Washington untuk menghentikan pertukaran resmi dengan Taiwan demi menghindari rusaknya hubungan kedua pemerintahan.

Baca juga: Sedotan dan Tas Plastik Bakal Dilarang di Taiwan pada 2030

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.