AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Kompas.com - 27/04/2018, 09:39 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) berpose bersama anak-anak, saat bertemu di Garis Demarkasi Militer yang membagi negara mereka menjelang pertemuan puncak di Panmunjom, Jumat (27/4/2018). (AFP/Korea Summit Press Pool) Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) berpose bersama anak-anak, saat bertemu di Garis Demarkasi Militer yang membagi negara mereka menjelang pertemuan puncak di Panmunjom, Jumat (27/4/2018). (AFP/Korea Summit Press Pool)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat berharap pertemuan antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bakal membuat kemajuan menuju perdamaian dan kemakmuran.

"Kami berharap pembicaraan tersbeut akan mencapai kemajuan bagi perdamaian masa depan dan kemakmuran di seluruh Semenanjung Korea," tulis Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

"AS mengapresiasi koordinasi yang erat dengan sekutu kami, Korea Selatan, dan menantikan kelanjutan persiapan rencana pertemuan Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un pada beberapa pekan ke depan," lanjutnya.

Baca juga : Gedung Putih Rilis Foto Pompeo Berjabat Tangan dengan Kim Jong Un

Seperti diketahui, Kim dan Moon telah bertemu di Garis Demarkasi Militer di desa Panjunmon, Korea Selatan, untuk mengadakan pembicaraan pada Jumat (27/4/2018) pagi.

"Saya senang bertemu Anda," kata Moon kepada Kim.

Kim Jong Un menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang melangkahkan kaki di wilayah Korea Selatan sejak Perang Korea berakhir.

Dalam perjumpaan itu, Moon sempat melangkahkan kaki di garis perbatasan pada wilayah Korea Utara, sebelum akhirnya berjalan bersama menuju lokasi pertemuan.

Pertemuan puncak kedua negara akan berpengaruh pada rencana perjumpaan Trump dan Kim.

Belum ada tanggal kepastian pertemuan mereka yang dijadwalkan berlangsung pada Mei atau Juni. Jika Trump dan Kim sungguh bertemu, itu akan menjadi pertemuan pertama bagi pemimpin negara AS dan Korea Utara.

Baca juga : Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Pada Kamis (26/4/2018) waktu setempat, Trump mengatakan kepada saluran Fox News terkait kemungkinan dia akan berjumpa dengan Kim.

"Bisa jadi mungkin pertemuan itu bahkan tidak bakal terjadi. Siapa yang tahu?" katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X