Gedung Putih Rilis Foto Pompeo Berjabat Tangan dengan Kim Jong Un

Kompas.com - 27/04/2018, 08:02 WIB
Pemerintah AS merilis foto ini pada Kamis (26/4/2018) menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersalaman dengan mantan Direktur CIA, sekarang Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo di Pyongyang selama akhir pekan Paskah 2018. (AFP/Pemerintah AS) Pemerintah AS merilis foto ini pada Kamis (26/4/2018) menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersalaman dengan mantan Direktur CIA, sekarang Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo di Pyongyang selama akhir pekan Paskah 2018. (AFP/Pemerintah AS)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tak semua orang Amerika pernah berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Namun, dalam foto terbaru yang dirilis oleh Gedung Putih pada Kamis (26/4/2018), Mike Pompeo yang kala itu menjabat sebagai Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA), bertatap muka dan bersalaman dengan Kim di Pyongyang, Korea Utara.

Foto itu dirilis beberapa jam setelah Senat AS mengonfirmasi Pompeo menjadi menteri luar negeri, menggantikan Rex Tillerson.

Baca juga : Kim Jong Un Sebut Mike Pompeo Seperti Dirinya, Punya Keberanian

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengunggah foto tersebut di akun Twitter-nya.

"Dia melakukan pekerjaan hebat membantu presiden berupaya melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea," tulisnya.

Selama pekan Paskah, Pompeo menggelar pertemuan diplomatik rahasoa di Korea Utara untuk membantu persiapan konferensi tingkat tinggi dengan Presiden AS Donald Trump.

Dalam wawancara dengan "Fox & Friends" pada Kamis (26/4/2018) pagi waktu setempat, Trump berkelakar tentang keberadaan foto tersebut.

"Mike Pompeo pergi ke sana (Korut), dia tidak seharusnya bertemu Kim Jong Un, tapi dia justru melakukannya," katanya.

Trump menambahkan, Pompeo dan Kim bertemu selama lebih dari satu jam.

Baca juga : Senat AS Sepakati Mike Pompeo Menjadi Menteri Luar Negeri yang Baru

Komentar Trump keluar beberapa jam sebelum Kim bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk pertama kalinya sejak 2007 pada Jumat (27/4/2018) waktu setempat.

Selain itu, dunia sedang menantikan rincian pertemuan Trump-Kim yang dijadwalkan pada akhir Mei atau awal Juni. Sejumlah lokasi seperti Swiss, Singapura, dan Mongolia diusulkan sebagai lokasi pertemuan.

Trump juga mempertimbangkan empat pilihan tanggal untuk berjumpa langsung dengan Kim.



Sumber CNN,CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X