Kompas.com - 26/04/2018, 09:11 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un mengunjungi seorang korban kecelakaan bus di sebuah rumah sakit, Senin (23/4/2018). (KCNA via KNS/AFP) Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un mengunjungi seorang korban kecelakaan bus di sebuah rumah sakit, Senin (23/4/2018). (KCNA via KNS/AFP)

SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara personal mengurus pengantaran kepulangan jenazah dari puluhan turis China yang tewas dalam kecelakaan bus.

Dilansir dari AFP, mengutip kantor berita Korut KCNA, pemulangan jenazah dilakukan dengan menggunakan kereta api ada Kamis (26/4/2018) pagi waktu setempat.

Sebanyak 32 turis China dan empat warga Korea Utara tewas, setelah bus wisata yang mereka tumpangi jatuh dari jembatan di Pyongyang, Minggu (22/4/2018) malam. Selain itu, sebanyak dua warga China lainnya mengalami cedera.

Baca juga : Kim Jong Un Jenguk Korban Kecelakaan Bus Wisata di Rumah Sakit

Dalam dua kali pengiriman jenazah pada hari ini, Kim telah tiba di stasiun Pyongyang pada Rabu (25/4/2018) sore.

"(Kim) mengantarkan kepulangan jenazah yang tewas dan terluka dalam kecelakaan lalu lintas dengan kereta khusus," tulis KCNA.

Secara pribadi, Kim juga mengatur jadwal keberangkatan kereta dan menyampaikan penghiburan kepada korban yang selamat, serta Presiden China Xi Jinping.

"Kami meminta maaf yang mendalam kepada rekan-rekan di China untuk kesakitan yang tidak dapat diringankan dengan kata-kata, hiburan, dan kompensasi," katanya.

Sebelumnya, KCNA juga melaporkan permintaan maaf pribadi dari Kim Jong Un pada Selasa (24/4/2018), setelah pemimpin berusia 30-an tahun itu mengunjungi korban selama di rumah sakit, dan berkunjung ke kedutaan besar China di Pyongyang.

Baca juga : Kecelakaan Bus Wisata di Korea Utara, 32 Turis China Tewas

Dalam kunjungan di rumah sakit, Kim terlihat mengenakan jas berwarna putih dengan kemeja berwarna hitam. Dia menggenggam tangan korban terluka yang terbarik di tempat tidur rumah sakit.

China merupakan negara pendukung perekonomian dan diplomatik Korut yang utama, meski "Negeri Tirai Bambu" itu mengecam uji coba rudal dan nuklir Pyongyang.

Wisatawan China menyumbang sekitar 80 persen dari seluruh turis asing yang berkunjung ke Korut. Korea Maritime Institute memperkirakan, sektor pariwisata Korut menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 44 juta dollar AS atau sekitar Rp 611 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X