Bom Bunuh Diri di Kabul, Netizen Salahkan Pemerintah Afghanistan

Kompas.com - 23/04/2018, 15:37 WIB
Petugas berwenang dan penduduk berada di lokasi ledakan bunuh diri di luar pusat pendaftaran pemilih pemilu legistlatif di Kabul, Afghanistan, Minggu (22/4/2018). (AFP/Shah Marai) Petugas berwenang dan penduduk berada di lokasi ledakan bunuh diri di luar pusat pendaftaran pemilih pemilu legistlatif di Kabul, Afghanistan, Minggu (22/4/2018). (AFP/Shah Marai)

KABUL, KOMPAS.com - Rasa duka berubah menjadi amarah di media sosial setelah bom bunuh diri meledak di Kabul, ibu kota Afghanistan yang menewaskan 57 orang.

Seperti diberitakan oleh AFP Senin (23/4/2018), para netizen itu menyalahkan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang dinilai gagal melindungi rakyatnya.

Seperti yang dituliskan pengguna Facebook bernama Ahmad Ahmadi. "Mereka (pemerintah) menahan orang, kemudian melepaskannya untuk membunuh warga sipil," kecamnya.

Pengguna Facebook lainnya menuliskan, ledakan tersebut terjadi di luar kantor pusat pendaftar pemilih jelang pemilu Oktober mendatang.

Baca juga : Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Afghanistan Bertambah Jadi 31 Orang

Pengguna bernama Aminullah itu berkata kalau pemerintah sengaja membuat kegaduhan agar bisa memperpanjang masa jabatan mereka.

"Cara untuk segera terbebas adalah dengan melakukan pemilu, dan menyingkirkan pemerintahan korup ini," kecam Aminullah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AFP melaporkan, pemakaman untuk korban ledakan dilakukan beberapa jam pasca-kejadian Minggu (22/4/2081). Adapun sisanya dilaksanakan Senin ini.

Sebelumnya, pelaku menggunakan sabuk bom bunuh diri, dan menargetkan pusat registrasi pemilih di kawasan Dashte Barchi, Kabul Barat.

Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang juga melukai 119 orang itu.

Ledakan pada Minggu itu itu merupakan serangan keempat yang menyasar lokasi pendaftaran pemilih dalam sepekan terakhir.

Juru bicara Komisi Pemilihan Independen (IEC), Shafi Jalali berujar, ledakan itu tidak akan sampai mengganggu persiapan.

"Kami telah berkoordinasi dengan pasukan keamanan hampir setiap hari. Mereka telah meyakinkan kami bakal menyediakan pengamanan," kata Jalali.

Baca juga : ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 57 Orang di Kabul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.