Gedung Putih: Trump Tetap Ingin Tarik Pasukan dari Suriah Secepatnya

Kompas.com - 16/04/2018, 12:38 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu. AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) menanggapi pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron tentang penempatan pasukan di Suriah.

Dilansir Sky News Senin (16/4/2018), Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders, Presiden Donald Trump tetap kukuh dalam pendiriannya.

"Misi AS tidak berubah. Presiden sudah menyatakannya dengan jelas bahwa dia menginginkan pasukan ditarik secepatnya dari Suriah," ujar Sanders.

Sanders melanjutkan, sekitar 2.000 pasukan Negeri "Paman Sam" di Suriah tetap dengan komitmen mereka untuk membasmi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Baca juga : Macron Bujuk Trump untuk Tidak Tarik Pasukan dari Suriah

"Selain itu, kami meminta sekutu regional kami untuk bertanggung jawab secara militer dan finansial untuk memastikan keamanan kawasan," beber Sanders.

Sebelumnya, Macron dalam sebuah wawancara di televisi berkata kalau penting bagi AS untuk tetap menempatkan militer di Suriah.

"10 hari lalu, Presiden Trump mengatakan AS harus menarik pasukan dari Suriah. Saya meyakinkan dia bahwa penting untuk tetap berada (di Suriah) untuk waktu lama," ucap Macron.

Dalam pidatonya di Ohio 29 Maret lalu, Trump mengatakan kalau AS sudah tidak mempunyai target lanjutkan jika ISIS berhasil ditumpas.

"Kami akan pergi dari Suriah secepatnya. Biarkan orang lain yang mengurus sisanya," kata Trump pada saat itu.

Pernyataan Trump itu bertolak belakang dengan anjuran mantan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson pada Januari lalu.

Saat itu, Tillerson mengatakan kalau pasukan AS harus tetap berada di Suriah untuk memastikan adanya transfer kekuasaan dari rezim Presiden Bashar al-Assad.

Sementara itu, Assad mengatakan kalau serangan yang digelar oleh negara Barat didasarkan pada "kebohongan" dari Dewan Keamanan PBB.

"Serangan AS, Perancis, dan Inggris merupakan kampanye kebohongan dan salah informasi terhadap Suriah dan sekutunya, Rusia," kata Assad di hadapan politisi Rusia.

Baik Suriah maupun Rusia bersikukuh bahwa mereka tidak menggunakan senjata kimia seperti yang dituduhkan oleh Sekutu.

Baca juga : Presiden Trump: Misi Sudah Terlaksana!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X