Macron Bujuk Trump untuk Tidak Tarik Pasukan dari Suriah

Kompas.com - 16/04/2018, 09:21 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron berbicara di depan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Elysee, Selasa (29/8/2017) AFP PHOTOPresiden Perancis Emmanuel Macron berbicara di depan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Elysee, Selasa (29/8/2017)

PARIS, KOMPAS.com - Setelah pasukan sekutu Amerika Serikat melancarkan serangan di Suriah, Presiden Perancis Emmanuel Macron meyakinkan Presiden AS Donald Trump untuk tidak menarik pasukan dari Suriah dalam jangka lama.

Sebelumnya, awal bulan ini, Trump pernah menyatakan akan memulangkan pasukannya dari Suriah dengan segera.

Namun, pada Sabtu (14/3/2018), pasukan gabungan AS, Inggris, dan Perancis melakukan serangan yang menargetkan pemerintah Suriah sebagai respons atas dugaan penggunaan senjata serangan kimia di Douma.

Baca juga : Misi Selesai, Aksi Lanjutan Sekutu AS di Suriah Masih Tanda Tanya


Dilansir dari BBC, Senin (16/4/2018), Macron menyatakan, dirinya juga meminta Trump untuk menjaga serangan terbatas.

"10 hari lalu, Presiden Trump mengatakan AS harus menarik pasukan dari Suriah. Saya meyakinkan dia bahwa penting untuk tetap berada (di Suriah) untuk waktu lama," ucapnya dalam sebuah wawancara televisi.

Dalam sambungan telepon dengan Trump, dia juga membujuknya untuk tetap melancarkan serangan terbatas di lokasi serangan senjata kimia.

Macron mengklaim sekutu memiliki bukti adanya serangan kimia di kota Douma, dekat Damaskus pada 7 April lalu dan meminta pemerintah Suriah bertanggung jawab. Tuduhan itu disangkal Suriah.

Dia juga mengaku telah berbicara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang mendukung militer pemerintah Suriah. Macron menyebut Rusia terlibat dalam serangan kimia tersebut.

Di sisi lain, Macron tetap menginginkan dialog dari berbagai pihak, termasuk Rusia, untuk menemukan solusi politik terkait krisis Suriah dan berencana akan berkunjung ke Moskwa pada bulan depan.

Baca juga : Suriah Memanas, Harga Emas dan Minyak Dunia Terus Menanjak

Sementara itu, pihak Gedung Putih memberikan jawaban atas komentar Macron.

"Misi AS tidak berubah, presiden telah jelas bahwa dia menginginkan pasukan AS untuk pulang ke rumah secepat mungkin," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.

Kendati demikian, AS bertekad untuk menghancurkan kelompok ISIS dan mencegahnya kembali eksis.

AS memiliki sekitar 2.000 personel di Suriah timur untuk mendukung sekutunya Kurdi dan Arab yang dikenal dengan nama Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X