Kompas.com - 12/04/2018, 17:47 WIB
Dalam foto yang diambil pada 8 April 2018 ini terlihat prajurit AD Suriah berkumpul di pinggiran timur kota Douma, dalam ofensif untuk merebut pertahanan terakhir pemberontak di Ghouta Timur.
AFP/STRINGERDalam foto yang diambil pada 8 April 2018 ini terlihat prajurit AD Suriah berkumpul di pinggiran timur kota Douma, dalam ofensif untuk merebut pertahanan terakhir pemberontak di Ghouta Timur.

DOUMA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan telah mengerahkan polisi militer untuk berjaga Douma, Ghouta Timur, Suriah.

Diwartakan oleh Sky News Kamis (12/4/2018), polisi militer tersebut bakal bertindak sebagai pengawas perdamaian dan hukum di sana.

Mayor Jenderal Yuri Yevtushenko, Kepala Pusat Rekonsiliasi dan Perdamaian Rusia di Suriah berkata, pasukan pemerintah kini menguasai sepenuhnya Douma.

"Naiknya bendera pemerintah di setiap bangunan di Douma menandakan kontrol sepenuhnya terhadap kota itu, sekaligus Ghouta Timur," kata Yevtushenko.

Baca juga : Timteng Kian Panas, Begini Perimbangan Militer AS, Suriah, dan Rusia

Sebuah televisi Rusia melaporkan, kelompok pemberontak terakhir Jaish al Islam setuju untuk menyerahkan Douma kepada Rusia dan Suriah.

Kelompok berbasis di Inggris, Observasi HAM untuk Suriah mengabarkan, sebagai ganti penyerahan wilayah, sisa anggota pemberontak dan keluarganya bakal dievakuasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tercatat, ada 13.500 anggota pemberontak dan keluarganya yang diungsikan keluar Douma di bawah perlindungan militer Rusia.

Douma menjadi perhatian dunia setelah pasukan rezim Bashar al-Assad menyerang kota tersebut Jumat pekan lalu (6/4/2018).

Serangan udara yang dilakukan jet tempur Suriah mengakibatkan 70 warga sipil tewas, dan 11 orang lainnya mengeluh bermasalah di pernapasannya.

Organisasi penyelamat yang berada di kawasan itu meyakini, pasukan Presiden Assad menggunakan senjata kimia untuk menghancurkan pemberontak.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal menembakkan rudal ke Suriah, dan Menteri Pertahanan Jim Mattis mengaku siap dengan rumusan strategi.

Langkah AS mendapat dukungan dari Inggris dan Perancis. Perdana Menteri Inggris Theresa May bahkan berniat untuk menggelar Kabinet Perang.

Baca juga : Jadi Target Serangan, Pasukan Suriah Kosongkan Markas Pertahanan Utama

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sky
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.