Vanuatu Bantah Izinkan China Bangun Pangkalan Militer

Kompas.com - 10/04/2018, 13:39 WIB
Kapal induk milik AL China, Liaoning. AFP/ANTHONY WALLACEKapal induk milik AL China, Liaoning.
|

CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Vanuatu, Selasa (10/4/2018), menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengizinkan China membangun pangkalan militer di wilayahnya.

Pernyataan ini dibuat setelah sebuah laporan mengabarkan rencana Beijing ini yang memicu kekhawatiran Australia dan Selandia Baru.

Harian The Sydney Morning Herald mengatakan, China telah mendekati negara Pasifik itu terkait kemungkinan membangun pangkalan militer di negeri tersebut.

Harian terbitan Australia itu mengutip sejumlah sumber menyebut rencana itu akan diawali kesepakatan untuk mengizinkan kapal-kapal AL China merapat di pelabuhan Vanuatu untuk pengisian bahan bakar.

Baca juga : Pangkalan Militer China di Afrika Resmi Beroperasi

Selanjutnya, kesepakatn itu akan meningkat dengan pembangunan pangkalan militer permanen. Kabar ini tentu saja menjadi perhatian serius Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Namun, Menlu Vanuatu Ralph Regenvanu menepis kabar tersebut.

"Tak seorang pun dari pemerintah Vanuatu melakukan pembicaraan soal pembangunan pangkalan militer di negeri kami," kata Regenvanu kepada Radio ABC.

"Kami adalah negara netral, kami tak tertarik dengan militerisasi, kami juga tak tertarik dengan pembangunan pangkalan militer di wilayah kami," tambah dia.

Sementara itu Menlu Australia Julie Bishop yang baru saja berkunjung ke Vanuatu bersama Pangeran Charles pekan lalu, menekankan hubungan baik negerinya dengan Vanuatu.

"Kami memiliki hubungan baik dengan Vanuatu dan saya percaya Australia masih menjadi partner strategis Vanuatu," ujar Bishop.

Baca juga : Pangkalan Militer China di Laut China Selatan Siap Digunakan

Sedangkan PM Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, dia tak bisa menilai keabsahan kabar yang dimuat The Sydney Morning Herald.

"Yang bisa saya katakan adalah kami tetap memantau aktivitas di Pasifik dan Selandia Beru menentang bentuk militerisasi di Pasifik," kata Ardern.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X