Kekurangan Tenaga Kerja, Kuwait Incar Pekerja Asal Etiopia

Kompas.com - 03/04/2018, 22:07 WIB
Para pekerja perempuan asal Filipina di Kuwait saat menunggu keberangkatan kembali ke negara mereka pada Februari 2018, setelah Manila mengeluarkan larangan bekerja di negara Timur Tengah itu. AFP/NOEL CELISPara pekerja perempuan asal Filipina di Kuwait saat menunggu keberangkatan kembali ke negara mereka pada Februari 2018, setelah Manila mengeluarkan larangan bekerja di negara Timur Tengah itu.

KUWAIT CITY, KOMPAS.com - Pemerintah Kuwait terus mencari cara untuk dapat memenuhi kebutuhan pekerja rumah tangga di dalam negeri yang tengah defisit menyusul larangan pengiriman tenaga kerja dari Filipina.

Kuwait akhirnya memutuskan membuka rencana perekrutan untuk para tenaga kerja asal Etiopia.

Pemerintah Filipina yang sebelumnya menjadi negara pengirim tenaga kerja untuk Kuwait, mengeluarkan larangan bagi warganya untuk bekerja di negara Timur Tengah itu, setelah adanya sejumlah kasus penyiksaan dan pembunuhan terhadap para pekerjanya.

Baca juga: Bahas Kasus Tenaga Kerja, Kuwait Undang Presiden Duterte Berkunjung


Puncaknya, saat jenazah seorang pekerja perempuan asal Filipina, Joanna Demafelis, ditemukan di dalam lemari pendingin pada awal tahun ini.

Kedua majikan Joanna yang dituduh sebagai pelaku pembunuhan telah diancam hukuman mati oleh pengadilan Kuwait.

"Kami ingin membuka kesempatan untuk perekrutan tenaga kerja asal Etiopia guna memenuhi kebutuhan pembantu rumah tangga dan memangkas biaya," kata Kepala Departemen Urusan Kependudukan Kuwait, Jenderal Talal Al-Maarifi, kepada AFP.

Al-Maarifi menambahkan, saat ini ada setidaknya 15.000 warga Etiopia yang tinggal dan pekerja di Kuwait.

Kesempatan perekrutan tersebut setelah pemerintah Etiopia mencabut larangan pengiriman tenaga kerja ke Kuwait pada pekan lalu.

Sebelumnya, pada 2013, pemerintah Etiopia juga melarang pengiriman tenaga kerjanya ke Kuwait sejak lima tahun lalu karena adanya laporan pelecehan dan kasus tenaga kerja ilegal.

Baca juga: Majikan Tenaga Kerja Filipina yang Tewas di Kuwait Dapat Hukuman Mati

Kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan kekhawatiran terhadap nasib para pekerja di negara Teluk dan negara-negara Arab lainnya, di mana buruh migran banyak diatur di bawah sistem yang disebut kafala.

Dalam sistem kafala atau sponsor tersebut, pekerja migran dilarang meninggalkan negara atau berganti pekerjaan tanpa persetujuan majikan terlebih dahulu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X