Peringati Tragedi Penembakan di Florida, Ribuan Murid Turun ke Jalan - Kompas.com

Peringati Tragedi Penembakan di Florida, Ribuan Murid Turun ke Jalan

Kompas.com - 15/03/2018, 09:05 WIB
Para murid dari SMA Lane Technical College Preparatory ambil bagian dalam aksi walkout sekolah nasional pada Rabu (14/3/2018), untuk menuntut diakhirinya kekerasan senjata. (AFP/Joshua Lott) Para murid dari SMA Lane Technical College Preparatory ambil bagian dalam aksi walkout sekolah nasional pada Rabu (14/3/2018), untuk menuntut diakhirinya kekerasan senjata. (AFP/Joshua Lott)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Satu bulan setelah peristiwa penembakan yang menewaskan 17 orang di SMA Marjory Stoneman Doughlas, Parkland, Florida, Amerika Serikat, para murid sekolah di penjuru negeri Paman Sam keluar dari kelas dan turun ke jalan.

Dari Washington DC sampai ke Los Angeles, mereka tampak tak lelah menyerukan agar pemerintah dapat mencegah penembakan di sekolah.

"Kami ingin menunjukkan kepada Kongres dan politisi, kami tidak hanya berdiri saja, kami tidak akan diam lagi," kata seorang pelajar Brenna Levitan (17), yang ikut dalam aksi tersebut bersama ibunya.

"Parkland akan menjadi sekolah terakhir yang mengalami penembakan," tambahnya.

Baca juga : Pelaku Penembakan SMA di Florida Dituntut Hukuman Mati

Lebih dari 2.000 murid dan guru di AS melakukan aksi mogok nasional untuk mengakhiri kekerasan senjata di sekolah.

Sementara itu, di SMA Marjory Stoneman Douglas, ratusan murid dan karyawan sekolah keluar dari sekolah dan berkumpul di lapangan sepak bola.

Mereka melakukan hening sejenak untuk menghormati korban penembakan yang tewas. Kemudian, mereka bergabung dengan murid dari sekolah terdekat yang telah memenuhi jalanan.

Di Washington DC, beberapa jam setelah aksi massa bubar, anggota parlemen AS telah mengambil langkah penting untuk menangani kekerasan senjata.

DPR menyetujui untuk mendanai program pencegahan kekerasan di sekolah, termasuk meningkatkan keamanan, pemeriksaan kesehatan mental, dan membuat sistem pelaporan anonim sehingga murid dapat melaporkan keadaan terancam.

Namun, Kongres belum dapat mengatasi aspek kontrol senjata yang lebih ketat, seperti yang diminta oleh masyarakat setelah insiden penembakan di Parkland pada 14 Februari lalu.

Baca juga : Pelaku Penembakan Sekolah di Florida Dijerat 17 Dakwaan Pembunuhan

Aksi walkout terjadi sehari setelah jaksa penuntut Michael Satz meminta pelaku penembakan di Parkland, Nikolas Cruz (19), dihukum mati.

"Negara menuntut hukuman mati untuk terdakwa Nikolas Cruz," kata jaksa.

Pada Rabu (14/3/2018), Cruz muncul di Pengadilan Negeri Broward, di mana dia dinyatakan telah melakukan pembunuhan tingkat pertama dan percobaan pembunuhan.

Aksi walkout tersebut juga dilakukan 10 hari sebelum demonstrasi massal bertajuk Our Lives pada 24 Maret 2018 akan memenuhi seluruh AS.

Diperkirakan ratusan ribu murid akan memenuhi Washington DC dan ada lebih dari 700 aksi serupa di penjuru AS.


Komentar
Close Ads X