Salin Artikel

Peringati Tragedi Penembakan di Florida, Ribuan Murid Turun ke Jalan

Dari Washington DC sampai ke Los Angeles, mereka tampak tak lelah menyerukan agar pemerintah dapat mencegah penembakan di sekolah.

"Kami ingin menunjukkan kepada Kongres dan politisi, kami tidak hanya berdiri saja, kami tidak akan diam lagi," kata seorang pelajar Brenna Levitan (17), yang ikut dalam aksi tersebut bersama ibunya.

"Parkland akan menjadi sekolah terakhir yang mengalami penembakan," tambahnya.

Lebih dari 2.000 murid dan guru di AS melakukan aksi mogok nasional untuk mengakhiri kekerasan senjata di sekolah.

Sementara itu, di SMA Marjory Stoneman Douglas, ratusan murid dan karyawan sekolah keluar dari sekolah dan berkumpul di lapangan sepak bola.

Mereka melakukan hening sejenak untuk menghormati korban penembakan yang tewas. Kemudian, mereka bergabung dengan murid dari sekolah terdekat yang telah memenuhi jalanan.

Di Washington DC, beberapa jam setelah aksi massa bubar, anggota parlemen AS telah mengambil langkah penting untuk menangani kekerasan senjata.

DPR menyetujui untuk mendanai program pencegahan kekerasan di sekolah, termasuk meningkatkan keamanan, pemeriksaan kesehatan mental, dan membuat sistem pelaporan anonim sehingga murid dapat melaporkan keadaan terancam.

Namun, Kongres belum dapat mengatasi aspek kontrol senjata yang lebih ketat, seperti yang diminta oleh masyarakat setelah insiden penembakan di Parkland pada 14 Februari lalu.

Aksi walkout terjadi sehari setelah jaksa penuntut Michael Satz meminta pelaku penembakan di Parkland, Nikolas Cruz (19), dihukum mati.

"Negara menuntut hukuman mati untuk terdakwa Nikolas Cruz," kata jaksa.

Pada Rabu (14/3/2018), Cruz muncul di Pengadilan Negeri Broward, di mana dia dinyatakan telah melakukan pembunuhan tingkat pertama dan percobaan pembunuhan.

Aksi walkout tersebut juga dilakukan 10 hari sebelum demonstrasi massal bertajuk Our Lives pada 24 Maret 2018 akan memenuhi seluruh AS.

Diperkirakan ratusan ribu murid akan memenuhi Washington DC dan ada lebih dari 700 aksi serupa di penjuru AS.

https://internasional.kompas.com/read/2018/03/15/09052811/peringati-tragedi-penembakan-di-florida-ribuan-murid-turun-ke-jalan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.