Mengenal Novichok, Racun Saraf Terhebat yang Dibuat Rusia - Kompas.com

Mengenal Novichok, Racun Saraf Terhebat yang Dibuat Rusia

Kompas.com - 13/03/2018, 15:02 WIB
Sergei Kripal (kiri) dinyatakan bersalah karena menyerahkan identitas para agen intelijen Rusia yang sedang beroperasi di Eropa kepada Dinas Intelijen Rahasia Inggris, MI6. Foto kanan: Yulia Skripal, putri Sergei Skripal. (Getty Images via BBC Indonesia) Sergei Kripal (kiri) dinyatakan bersalah karena menyerahkan identitas para agen intelijen Rusia yang sedang beroperasi di Eropa kepada Dinas Intelijen Rahasia Inggris, MI6. Foto kanan: Yulia Skripal, putri Sergei Skripal. (Getty Images via BBC Indonesia)

MOSKWA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Theresa May sudah mengatakan, Rusia kemungkinan berada di balik serangan terhadap mantan mata-mata bernama Sergei Skripal.

Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah bangku di Salisbury pekan lalu (4/3/2018).

Dalam tubuh mereka berdua, dinas intelijen Inggris menyatakan telah menemukan racun berjenis Novichok.

Diberitakan BBC Senin (12/3/2018), berikut penjelasan Novichok, racun saraf yang diklaim paling mematikan.

Baca juga : Mantan Agen Ganda Rusia Kritis Setelah Terkena Zat Tak Dikenal

1. Dikembangkan di Era Uni Soviet
Novichok, yang berarti "pendatang baru" dalam bahasa Rusia, dikembangkan pada masa Uni Soviet pada 1970-an.

Senjata kimia generasi keempat itu dikembangkan secara rahasia, dan diberi kode program "Foliant".

Pada 1999, pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) terbang ke Uzbekistan untuk membantu perlucutan fasilitas uji coba senjata kimia terbesar yang dipunyai Soviet di sana.

Dalam pengakuan pejabat tersebut, Soviet menggunakan fasilitas itu untuk mencoba Novichok dalam skala kecil.

Racun tersebut didesain untuk mengelabuhi deteksi yang dilakukan organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato).

Baca juga : Racun Saraf Dipakai untuk Percobaan Pembunuhan Mantan Agen Ganda Rusia

2. Sangat Mematikan Dibanding Racun Saraf Lain
Novichok, yang mempunyai nama lain A-230, diklaim 5-8 kali lebih mematikan dibandingkan dengan racun VX.

VX adalah racun saraf yang dipakai untuk membunuh saudara tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, di Malaysia 13 Februari 2017.

Profesor Gary Stephens, pakar Farmakologi Universitas Reading berkata, Novichok merupakan racun paling berbahaya dibanding VX atau gas Sarin.

"Keberadaan Novichok sangat sulit untuk diidentifikasi. Racun ini juga sangat canggih daripada dua racun saraf lain," beber Stephens.

BBC memberitakan, beberapa varian Novichok sudah diproduksi sebagai bagian dari senjata kimia yang digunakan Rusia.

Baca juga : Mantan Agen Rusia Diracuni, 20 Orang Ikut Dirawat di RS

3. Bentuk Novichok Berbeda-beda
Keunggulan lain Novichok adalah bentuknya yang beragam. Beberapa varian memang berbentuk cair. Namun, ada juga yang padat hingga bubuk yang begitu halus.

Bahkan, beberapa varian racun Novichok dikabarkan merupakan "senjata biner". Artinya, mereka terdiri dari dua bahan yang tidak berbahaya.

Novichok baru akan aktif sepenuhnya jika dicampur. Stephens berkata, jika terpisah, Novichok bukanlah barang berbahaya.

"Artinya, pengiriman bahan kimia ini menjadi lebih mudah. Sebab, kurir tidak akan menderita masalah kesehatan serius," beber Stephens.

4. Efek Novichok Sangat Cepat
Novichok merupakan jenis racun saraf yang sangat cepat untuk menyebar dalam tubuh.

Jika seseorang tersentuh atau menghirupnya, maka efeknya bakal terasa antara 30 detik hingga dua menit.

Jika berbentuk bubuk, penyebarannya sedikit lambat. Korban baru merasakan gejala 18 jam setelah terkena Novichok.

Baca juga : Serangan Udara Suriah di Wilayah Pemberontak Diduga Pakai Gas Beracun

5. Gejala yang Ditimbulkan Sama dengan Racun Saraf Lain
Dilaporkan, gejala yang ditimbulkan korban setelah menghirup Novichok sama dengan racun saraf yang lain.

Racun itu berusaha menghalangi "pesan" dari otak ke otot, yang menyebabkan fungsi tubuh mengalami kegagalan.

Gejalanya meliputi mata memutih karena pupil mengalami penyempitan, kejang, dan yang terburuk koma hingga kematian.

Racun ini menyebabkan denyut jantung melambat, dan sulit bernapas, sehingga menyebabkan kematian akibat asphyxiation.

Asphyxiation adalah kondisi tubuh yang tidak memperoleh cukup oksigen, atau jumlah karbon dioksida dalam tubuh berlebihan.

Beberapa jenis Novichok diciptakan untuk kebal terhadap penangkal racun saraf yang sudah dibuat oleh organisasi keamanan internasional.

Baca juga : Balas Serangan Gas Beracun, AS Tembakkan 60 Rudal Tomahawk ke Suriah


Komentar
Close Ads X