Mantan Agen Rusia Diracuni, 20 Orang Ikut Dirawat di RS

Kompas.com - 09/03/2018, 10:47 WIB
Pihak berwenang mengamankan bangku dengan menutupnya pakai tenda. Bangku tersebut merupakan lokasi di mana mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya ditemukan tak sadarkan diri, di Salisbury, Inggris. (PA via AP)
Pihak berwenang mengamankan bangku dengan menutupnya pakai tenda. Bangku tersebut merupakan lokasi di mana mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya ditemukan tak sadarkan diri, di Salisbury, Inggris. (PA via AP)

LONDON, KOMPAS.com - Kepolisian Inggris terus menyelidiki kasus mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal yang kini berada dalam kondisi kritis karena terpapar racun saraf.

Ada dua orang lainnya yang juga menjalani perawatan intensif, yakni putri Skripal bernama Yulia dan seorang petugas kepolisian yang menolong keduanya.

Associated Press, Kamis (8/3/2018) melaporkan, secara total, 21 orang termasuk Skripal, kini berada dalam perawatan medis.

Kepala kepolisian wilayah Wlitshire Kier Pritchard mengatakan, beberapa dari 21 orang telah melewati tes darah dan harus mendapatkan dukungan.

Baca juga : Racun Saraf Dipakai untuk Percobaan Pembunuhan Mantan Agen Ganda Rusia

Skripal dan Yulia ditemukan tak sadarkan diri di bangku, di sebuah pusat perbelanjaan di Salisbury, pada Minggu (4/3/2018).

Pihak berwenang juga telah mengamankan bangku tersebut dengan menutupnya pakai tenda.

Petugas polisi yang membantu keduanya, Nick Bailey, dirawat sudah sadar dan dapat berbicara meski dalam kondisi serius.

Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd mengatakan, pihak berwenang akan menerjunkan segala upaya untuk mencari tahu pelaku yang meracuni Skripal (66) dan Yulia (33).

"Penggunaan racun saraf di Inggris merupakan tindakan yang kurang ajar dan sembrono," kata Rudd kepada parlemen.

"Ini percobaan pembunuhan dengan cara yang paling kejam dan umum," tambahnya.

Sejauh ini, kepolisian Inggris menolak berspekulasi tentang siapa yang berada di balik serangan tersebut. Namun, banyak ahli mengarahkan dugaan kepada Rusia.

Baca juga : Mantan Agen Ganda Rusia Kritis Setelah Terkena Zat Tak Dikenal

Sebelumnya, mantan agen mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko, juga meninggal karena diracun pada 2009 di London.

Penyelidikan oleh Inggris menemukan kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui pembunuhan terhadap mantan agennya.

Dua tersangka utama terkait kematian Litvinenko telah diidentifikasi. Mereka merupakan dua warga Rusia bernama Andrei Lugovoi dan Dmitri Kovtun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X