Mantan Agen Ganda Rusia Kritis Setelah Terkena Zat Tak Dikenal

Kompas.com - 06/03/2018, 10:14 WIB
Mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal. (AP Photo via The Times) Mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal. (AP Photo via The Times)

LONDON, KOMPAS.com - Mantan agen ganda Rusia yang tinggal di Inggris berada dalam kondisi kritis setelah diduga terkena zat tak dikenal.

Mantan agen tersebut diidentifikasi sebagai Sergei Skripal (66). Dia mendapat perawatan intensif di rumah sakit pada Minggu (4/3/2018) bersama dengan seorang perempuan tidak dikenal, di Salibury, Inggris.

Beberapa laporan berita mengklaim, pasangan tersebut telah terpapar opioid yang mematikan.

Asisten kepala kepolisian Wiltshire, Craig Holden mengatakan, keduanya berada dalam perawatan intensif sambil menunggu tanggapan dari pihak berwenang lainnya.

"Kami melakukan penyelidikan ekstensif untuk menentukan penyebab kedua orang ini jatuh pingsan dan mengetahui apakah ini terkait aktivitas kriminal," katanya.

Baca juga : Mengapa Rusia Ingin Menghujani Florida dengan Bom Nuklir?

Holden mengatakan, petugas menerima panggilan telepon dari masyarakat sekitar pukul 16.15, Minggu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka diduga terpapar zat yang tidak diketahui. Kini keduanya dalam kondisi kritis," ucapnya.

Skripal merupakan mantan intelijen militer Rusia. Dia dijatuhi hukuman 13 tahun penjara di Rusia pada 2006 atas tuduhan melakukan mata-mata untuk Inggris.

Dia mendapatkan perlindungan di Inggris, setelah pertukaran mata-mata antara Amerika Serikat dan Rusia pada 2010.

Kemudian, Skripal diterbangkan ke Inggris, di mana dia tetap membaur dengan masyarakat selama 8 tahun terakhir.

Pada Senin (5/3/2018), polisi menyatakan telah menemukan seorang pria dan perempuan yang ditemukan dalam keadaan tidak sadar di bangku, di sebuah pusat perbelanjaan.

Baca juga : Rusia Kembangkan Senjata Nuklir Terhebat, AS Mengecam

Sebelumnya, mantan agen mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko, juga meninggal karena diracun pada 2009 di London.

Penyelidikan oleh Inggris menemukan kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui pembunuhan terhadap mantan agennya.

Dua tersangka utama terkait kematian Litvinenko telah diidentifikasi. Mereka merupakan dua warga Rusia bernama Andrei Lugovoi dan Dmitri Kovtun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X