Kompas.com - 08/03/2018, 19:42 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com — Korea Utara diduga tengah membangun sebuah pangkalan militer bawah tanah di wilayah Suriah.

Dugaan tersebut berdasarkan hasil foto udara di atas kawasan desa Qardaha, dekat kota pesisir Latakia, yang dirilis situs berita Zaman al-Wasl, Senin (5/3/2018).

Sumber militer yang dikuti situs tersebut menyebutkan, pembangunan markas rahasia tersebut telah dimulai sejak Maret 2011 di bawah pengawasan langsung ahli dari Korea Utara.

Ditambahkan sumber tersebut kepada kelompok pro-oposisi, terowongan telah digali ke dalam lembah yang dekat dengan desa pegunungan. Tidak diketahui seberapa panjang terowongan yang dibuat.

Baca juga: Rusia Sebut AS Dirikan hingga 20 Pangkalan Militer di Suriah

Situs tersebut juga merilis perbandingan gambar foto satelit yang menampilkan apa yang mereka duga merupakan area markas pangkalan militer tersebut pada 2011 dan 2018.

Foto satelit tahun 2011 yang diyakini menunjukkan proses pembangunan pangkalan militer Korea Utara di desa Qardaha, Suriah.ZAMAN AL-WASL Foto satelit tahun 2011 yang diyakini menunjukkan proses pembangunan pangkalan militer Korea Utara di desa Qardaha, Suriah.
Sebelumnya, PBB mengungkapkan adanya dugaan pihak Korea Utara yang telah mengirimkan barang-barang ke Suriah yang diyakini merupakan bahan pembuatan rudal balistik dan senjata kimia.

Pyongyang juga diduga mengutus teknisi rudalnya ke Suriah, tindakan yang jelas-jelas telah melanggar sanksi PBB.

Panel ahli PBB yang memantau sanksi terhadap Korea Utara mengatakan menemukan lebih dari 40 pengiriman yang tidak dilaporkan menuju Suriah antara 2012 hingga 2017.

AS dan sejumlah negara Barat menuduh Suriah telah menggunakan persenjataan kimia di wilayah yang dikuasai pemberontak. Tuduhan itu telah dengan tegas ditolak Suriah maupun Korea Utara.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korea Utara melalui misi diplomatiknya di PBB menegaskan, Pyongyang tidak memiliki catatan pengembangan, produksi, maupun penimbunan senjata kimia dan sangat menentang penggunaan senjata tersebut.

Baca juga: Korea Utara Bantah Tuduhan Bantu Suriah Produksi Senjata Kimia

Dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah kembali muncul setelah adanya laporan 30 orang di Ghouta Timur yang dirawat setelah menunjukkan gejala terpapar gas klorin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.