Kompas.com - 02/03/2018, 15:39 WIB
Warga sipil melarikan diri dari lokasi serangan di kota Ein Tarma di wilayah Ghouta Timur, pada 22 Agustus, 2017. ANADOLU AGENCY via MIDDLE EAST MONITORWarga sipil melarikan diri dari lokasi serangan di kota Ein Tarma di wilayah Ghouta Timur, pada 22 Agustus, 2017.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara dengan tegas membantah tuduhan yang menyebutkan mereka bekerja sama dengan Suriah dalam memproduksi senjata kimia.

Pyongyang pun balik menyebut tuduhan itu sebagai rekayasa AS yang ditujukan untuk semakin menyudutkan dan menekan Korea Utara.

"Sebagaimana yang telah kami tegaskan berkali-kali, republik kami tidak mengembangkan, pembuat, atau menimbun persenjataan kimia, dan sangat menentang penggunaannya," kata juru bicara Lembaga Penelitian Studi Amerika Kementerian Luar Negeri dikutip kantor berita Korea Utara, KCNA.

Sebelumnya, tuduhan disampaikan Perwakilan AS dalam Konferensi Perlucutan Persenjataan PBB yang berlangsung di Jenewa, Rabu (28/2/2018).

Baca juga: Korut Diduga Pasok Bahan Baku Senjata Kimia ke Suriah

Duta Besar AS, Robert Wood menyampaikan, antara Suriah dengan Korea Utara telah menjalin hubungan yang terkait dengan aktivitas misil dan juga bahan baku pembuatan senjata kimia.

Laporan rahasia PBB terkait pelanggaran sanksi Korut bahkan menyebut telah ada dua kali pengiriman dari Korea Utara ke sebuah badan pemerintah Suriah yang mengurusi program senjata kimia telah dicegat dalam enam bulan terakhir.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Badan pengawas persenjataan kimia dunia di Den Haag juga telah membuka penyelidikan atas serangan oleh pasukan rezim Suriah ke wilayah Ghouta Timur pada Minggu (25/2/2018).

Diduga serangan yang dilakukan pasca-keluarnya seruan gencatan senjata di Suriah oleh Dewan Keamanan PBB itu melibatkan penggunaan persenjataan yang dilarang. Demikian dilaporkan Reuters mengutip sebuah sumber diplomatik.

Suriah telah menandatangani perjanjian internasional terkait larangan persenjataan kimia pada 2013.

Baca juga: Pasukan Rezim Suriah Dituduh Jarah Makam di Kota Harasta

Perjanjian tersebut sebagai bagian dari kesepakatan yang ditengahi Rusia untuk mencegah serangan udara balasan dari AS atas serangan gas syaraf yang menewaskan ratusan orang di Damaskus.

Setelah penandatanganan perjanjian, persediaan senjata kimia dan gas beracun milik Suriah telah dihancurkan di hadapan pemantau internasional.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X