Kompas.com - 01/03/2018, 18:24 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Di tengah tekanan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Korea Utara (Korut), kabar mengejutkan datang dari Kementerian Luar Negeri.

Joseph Yun, Utusan Khusus AS untuk Korut, mengumumkan keputusannya untuk pensiun Jumat (2/3/2018) pada Senin (26/2/2018).

Diwartakan The Independent Rabu (28/2/2018), keputusan tersebut oleh banyak kalangan dianggap sebagai berita buruk.

Sebab, keluarnya Yun bakal berdampak kepada makin merosotnya hubungan antara AS dengan Korut.

Apalagi, negeri komunis tersebut juga mengemukakan pernyataan mengejutkan, yakni bersedia untuk berdialog dengan Negeri "Paman Sam".

Baca juga : Korut Diduga Pasok Bahan Baku Senjata Kimia ke Suriah

Yun, seorang diplomat kelahiran Korea Selatan, menempati jabatan sebagai utusan khusus Korut pada 17 Oktober 2016 di era Presiden Barack Obama.

Pria yang pernah menjadi Duta Besar AS untuk Malaysia itu secara rahasia dan aktif terus menjalin kontak dengan Pyongyang ketika Trump menjabat.

Seorang pejabat Korea Selatan menyebut keluarnya diplomat 64 tahun tersebut merupakan "momen yang sangat kritis".

"Sebab, di Kemenlu AS, tidak ada lagi sosok yang mempunyai pendekatan seperti Yun," ujar pejabat tersebut.

Pakar Asia Timur, Frank Jannuzi juga sepakat dengan pejabat itu melalui kicauannya di Twitter.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.