Jenderal Pelaku Genosida Argentina Meninggal di Usia 90 Tahun

Kompas.com - 28/02/2018, 14:08 WIB
mantan jenderal Argentina, Luciano Menendez, menghadapi persidangan pada 2010. Menendez menjadi salah satu sosok yang bertanggung jawab atas kematian 30.000 orang selama operasi militer Dirty War periode 1976-1983. AP/Natacha Pisarenkomantan jenderal Argentina, Luciano Menendez, menghadapi persidangan pada 2010. Menendez menjadi salah satu sosok yang bertanggung jawab atas kematian 30.000 orang selama operasi militer Dirty War periode 1976-1983.

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Seorang mantan jenderal yang terlibat dalam aksi genosida di Argentina dilaporkan meninggal dunia.

Diberitakan Telam via AFP Rabu (28/2/2018), Luciano Menendez meninggal dalam umur 90 tahun Selasa (27/2/2018) waktu setempat.

"Menendez meninggal dunia di Rumah Sakit Militer Cordoba akibat liver yang dideritanya," tulis Telam.

Kabar meninggalnya Menendez disikapi dengan nyinyir oleh HIJOS, sebuah kelompok yang mewakili anak-anak korban kediktatoran junta militer.


Sebab, Menendez dituding sebagai sosok yang bertanggung jawab selama terjadinya "Dirty War" pada periode 1976-1983.

Baca juga : Akhirnya, PBB Turun Tangan Ungkap Genosida Yazidi oleh Teroris ISIS

"Dirty War" adalah operasi yang dilakukan junta militer untuk memberantas pihak-pihak yang diduga adalah komunis.

Operasi tersebut dilakukan oleh Jenderal Jorge Rafael Videla yang menggulingkan kekuasaan Presiden Isabel Peron pada 29 Maret 1976.

Konflik yang diduga didalangi oleh Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat ( CIA) itu diduga menewaskan 10.000-30.000 orang.

Kebanyakan dari para korban tersebut diculik, dan tidak ditemukan lagi keberadaannya hingga sekarang.

Saat itu, Menendez adalah Komandan Korps Pasukan Ketiga dengan cakupan kekuasaan di 10 provinsi. Antara lain Mendoza, Cordoba, San Juan, dan San Luis dalam periode 1975-1979.

Menendez mendapat julukan Hyena karena memerintahkan penahanan massal ratusan murid, guru, jurnalis, serta siapapun yang mendukung gerilyawan Pasukan Revolusioner Rakyat (ERP).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X