Genosida di Srebrenica: Tentara Belanda Biarkan 300 Muslim Dibantai

Kompas.com - 28/06/2017, 12:47 WIB
Pasukan penjaga perdamaian PBB asal Belanda duduk santai di atas sebuah kendaraan lapis baja saat para pengungsi Muslim dari Srebrenica berkumpul di desa Potocari, dekat markas tentara Belanda, Juli 1995. Associated PressPasukan penjaga perdamaian PBB asal Belanda duduk santai di atas sebuah kendaraan lapis baja saat para pengungsi Muslim dari Srebrenica berkumpul di desa Potocari, dekat markas tentara Belanda, Juli 1995.
EditorPascal S Bin Saju

DEN HAAG, KOMPAS.com - Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seharusnya mengetahui dengan baik bahwa ada banyak orang dalam bahaya, namun dibiarkan saja jatuh ke tangan pembantai.

Demikian putusan pengadilan banding Den Haag, Belanda, menyangkut kasus genosida atau pembunuhan massal di Bosnia pada tahun 1995, seperti dilaporkan The Guardian, Rabu (28/6/2017).

Pembantaian Srebrenica (disebut juga genosida Srebrenica) adalah kejadian pada Juli 1995 di mana sekitar lebih dari 8.000  laki-laki dewasa dan remaja etnis Muslim Bosnia dibunuh secara massal di daerah Srebrenica, Bosnia, oleh pasukan Republik Srpska yang dipimpin Jenderal Ratko Maldic.

Republik Srpska, yang sebelumnya bernama Republik Serbia Bosnia-Herzegovina, adalah satu dari tiga entitas politik di Bosnia-Herzegovina.

Baca: Belanda "Bertanggung Jawab" Atas Pembantaian Srebrenica

Pengadilan Den Haag sedang menyoroti peran pasukan Belanda, 25 tahun  lalu (1995), sebagai penjaga perdamaian yang bertanggung jawab atas kematian 300 orang Muslim di Bosnia.

Ratusan Muslim itu dibantai di dekat Srebrenica di Bosnia dan Herzegovina selama perang saudara Yugoslavia, demikian putusan pengadilan banding Den Haag.

Putusan tersebut menguatkan keputusan pengadilan di bawahnya tiga tahun yang lalu bahwa pasukan Belanda seharusnya tahu bahwa orang-orang yang mencari perlindungan ke markas mereka akan dibunuh oleh tentara Serbia Bosnia.

Banyak korban, jumlahnya tidak terhitung, telah melarikan diri ke daerah aman, dan salah satunya termasuk ke markas pasukan Belanda. Namun, tentara Belanda tidak memberikan perlindungan.

 “Saat itu ratusan Muslim sedang menuju ke markas Belanda di dekat Srebrenica, namun diusir sehingga mereka jatuh ke tangan pembantai yang menyerang,” demikian nota pengadilan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.