Korban Selamat Penembakan di Florida Dapat Ancaman Mati dari Oknum

Kompas.com - 27/02/2018, 10:53 WIB
Murid sekolah dari Montgomery County melakukan aksi solidaritas mengenang korban penembakan di Florida. Aksi tersebut berlangsung di Gedung Capitol di Washington DC, Rabu (21/2/2018). (AP Photo/ J Scott Applewhite) Murid sekolah dari Montgomery County melakukan aksi solidaritas mengenang korban penembakan di Florida. Aksi tersebut berlangsung di Gedung Capitol di Washington DC, Rabu (21/2/2018). (AP Photo/ J Scott Applewhite)


PARKLAND, KOMPAS.com - Ibu dari David Hogg, korban selamat penembakan sekolah di Florida, Amerika Serikat, mengaku keluarganya menerima ancaman mati karena putranya terus menyerukan pengetatan pengendalian senjata.

Hogg, yang masih berduka terhadap kematian 17 orang, termasuk teman sekelasnya yang terbunuh pada peristiwa penembakan massal di sekolahnya, di Parkland, Florida, Rabu (14/2/2018).

Dia menjadi terkenal ketika menyuarakan pengendalian senjata di AS, beberapa hari setelah insiden penembakan terjadi di sekolahnya.

Namun, setelah muncul di berbagai media, remaja berusia 17 tahun itu menjadi target teori konspirasi palsu yang mengklaim, dia dan teman-temannya merupakan aktor terlatih.


"Saya sangat tertekan. Saya marah, capek, tapi sangat bangga," ujar Rebbeca Boldrick, ibu dari Hogg, kepada The Washington Post.

Baca juga : Teman Sekelas Ungkap Tabiat Aneh Pelaku Penembakan Massal di Florida

Sementara itu, saat diwawancarai oleh Anderson Cooper di CNN, Hogg mengungkapkan, dirinya bukanlah aktor.

"Saya bukan aktor. Saya merupakan seseorang yang menyaksikan peristiwa ini dan harus menghadapinya," katanya.

Selain Hogg, Cameron Kasky (17) terpaksa menutup akun Facebook-nya karena menerima ancaman mati dari oknum pendukung asosiasi senjata di AS (NRA).

Sebelumnya, Kasky menginginkan perubahan undang-undang senjata api untuk mencegah penembakan di sekolah.

Dia sempat menyerang NRA yang diduga melobi pemerintah terkait auran kepemilikan senjata.

"Saya hanya murid SMA dan saya tidak berpura-pura memiliki semua jawaban," katanya.

Sementara itu, pihak Facebook berjanji akan menghapus konten terkait perundungan tersebut.

"Kami ingin Facebook aman dan menciptakan suasana yang saling menghargai," tulis juru bicara Facebook melalui surat elektronik, seperti dikutip dari The Independent.

Dalam beberapa pekan terakhir, korban selamat penembakan sekolah di Florida telah mengatur langkah besar dengan melakukan unjuk rasa bertajuk March For Our Lives di Washington DC pada 24 Maret 2018.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X