Kompas.com - 26/02/2018, 20:49 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron AFPPresiden Prancis Emmanuel Macron

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron mendesak agar resolusi gencatan senjata yang diusulkan Dewan Keamanan PBB dapat diberlakukan di seluruh Suriah, tidak hanya sebatas di Ghouta Timur.

PBB melalui Dewan Keamanan dalam sidang yang digelar Sabtu (24/2/2018), telah menyetujui sebuah resolusi yang menyerukan dilakukannya gencatan senjata selama 30 hari di wilayah Ghouta Timur, Suriah, agar dapat dilakukan pengiriman bantuan dan evakuasi medis.

Wilayah Ghouta Timur tengah menjadi sasaran bombardir oleh pasukan rezim Suriah dan sekutunya yang mengincar kelompok pemberontak.

Baca juga: Sekjen PBB Desak Pelaksanaan Resolusi Gencatan Senjata di Suriah

Hingga sepekan berlangsung, korban dari warga sipil di Ghouta Timur telah mencapai lebih dari 500 orang tewas.

Sementara di bagian lain Suriah, tepatnya di kota Afrin, juga tengah terjadi pertempuran yang dilancarkan pasukan Turki dalam operasi militer Ranting Zaitun.

Operasi tersebut bertujuan mengusir kelompok Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) itu telah berlangsung sejak bulan lalu.

Presiden Macron, pada Senin (26/2/2018), melakukan sambungan telepon dengan rekannya di Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan mengusulkan agar gencatan senjata juga diterapkan di Afrin.

"Gencatan senjata selama 30 hari seharusnya mencakup seluruh wilayah Suriah, termasuk Afrin, dan harus berdampak ke semua tempat oleh semua pihak," kata Macron dilansir AFP.

Dia menambahkan, Turki, Rusia, dan Iran sebagai tiga negara yang bertugas mengawasi perundingan di Astana, yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh tahun di Suriah, bertanggung jawab dalam menerapkan resolusi gencatan senjata.

Baca juga: Turki Desak Iran dan Rusia Bujuk Suriah Hentikan Bombardir di Ghouta

Namun pada Minggu (25/2/2018), Ankara menegaskan jika operasi militernya di Afrin tidak akan terpengaruh dengan resolusi gencatan senjata yang diserukan Dewan Keamanan.

Ankara menyebut operasi militer yang dilakukannya di Afrin bertujuan memerangi organisasi teroris yang akan mengancam integritas teritorial dan kesatuan politik di Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.