Sekjen PBB Desak Pelaksanaan Resolusi Gencatan Senjata di Suriah

Kompas.com - 26/02/2018, 18:07 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam sidang ke-37 pada 26 Februari 2018 di Jenewa, Swiss. AFP/JEAN-GUY PYTHONSekjen PBB Antonio Guterres berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam sidang ke-37 pada 26 Februari 2018 di Jenewa, Swiss.

JENEWA, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB telah meloloskan resolusi seruan gencatan senjata selama 30 hari di kawasan Ghouta Timur, Suriah dalam voting pada Sabtu (24/2/2018). Namun resolusi tersebut belum diterapkan rezim Suriah.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut upaya Dewan Keamanan PBB dengan menyerukan gencatan senjata patut mendapat pujian, namun dia juga mengatakan, resolusi hanya akan bermakna jika diterapkan secara efektif.

"Resolusi Dewan Keamanan hanya akan menjadi bermakna apabila telah diterapkan secara efektif. Karena itulah saya mengharapkan agar resolusi ini segera dilaksanakan dan dipertahankan," kata Guterres saat pembukaan sidang ke-37 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (26/2/2018).

Dilansir dari AFP, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dewan HAM PBB, Zeid Ra'ad al-Hussein menyebutkan, Suriah, dan zona konflik lainnya, telah menjadi rumah pembantaian manusia paling besar.

Baca juga: Turki Desak Iran dan Rusia Bujuk Suriah Hentikan Bombardir di Ghouta

Atas usulan gencatan senjata di Suriah, Zeid memperingatkan kepada semua pihak untuk lebih waspada.

"Resolusi ini harus dilihat dengan latar belakang tujuh tahun kegagalan untuk menghentikan aksi kekerasan, tujuh tahun berlangsungnya pembunuhan massal yang mengerikan dan tidak ada hentinya," kata Zeid.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rezim Suriah telah melancarkan serangan dan bombardir wilayah Ghouta Timur sejak 18 Februari lalu. Selama sepekan lebih, serangan ke kawasan kantung yang dikuasai pemberontak tersebut telah menimbulkan korban tewas lebih dari 500 warga sipil.

Pada Senin, setidaknya 10 warga sipil, dengan sembilan di antaranya berasal dari satu keluarga, kembali menambah panjang daftar korban tewas, setelah sebuah serangan pemboman yang menghancurkan sebuah bangunan di Douma.

Zeid berulang kali menyampaikan kegagalan Dewan Keamanan PBB dalam mengatasi konflik di Suriah dan membawanya ke pengadilan pidana internasional.

Baca juga: Suriah Jadi Ladang Uji Coba Teknologi Senjata Militer Rusia

Dewan Keamanan dianggap tak mampu bertindak atas hak veto yang dimiliki beberapa anggota tetapnya dan menyebut mereka bertanggung jawab atas penderitaan warga Suriah yang berkelanjutan.

"Sekarang waktunya, demi cinta kasih, kepada China, Rusia dan AS, untuk mengakhiri menggunakan hak veto yang merugikan," kata Zeid.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.