Pemberontak Suriah Berharap AS Buka Kembali Bantuannya

Kompas.com - 16/01/2018, 18:19 WIB
Anggota Tentara Pembebasan Suriah (FSA) bergerak di sebuah desa di dekat kota Dabiq, wilayah utara negeri itu. Akhirnya kota kecil ini bisa dikuasai milisi dukungan Turki pada Minggu (16/10/2016). Nazeer al-Khatib / AFP Anggota Tentara Pembebasan Suriah (FSA) bergerak di sebuah desa di dekat kota Dabiq, wilayah utara negeri itu. Akhirnya kota kecil ini bisa dikuasai milisi dukungan Turki pada Minggu (16/10/2016).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

DAMASKUS, KOMPAS.com - Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengungkapkan permintaan agar Amerika Serikat ( AS) membuka kembali program bantuannya bagi mereka.

Perkataan itu disampaikan setelah kelompok yang menjadi kekuatan utama pemberontak tersebut terus-menerus terdesak.

Pada 2013, Presiden Barack Obama membuka program rahasia yang dikelola oleh Dinas Rahasia Pusat (CIA).

Tujuan dari program tersebut adalah menghancurkan rezim Bashar al-Assad yang telah berkuasa selama 17 tahun.

Baca juga : Markas Pemberontak Suriah Diserang, 23 Tewas Termasuk Warga Sipil

Dalam program tersebut, AS bakal menyediakan perlengkapan tempur seperti senjata hingga kendaraan lapis baja, serta pelatihan kepada pemberontak.

Hasil dari program tersebut terasa pada 2015, New York Times saat itu melaporkan, berbekal rudal anti-tank yang dipasok CIA dan Arab Saudi, pemberontak berhasil menghancurkan pasukan Assad di kawasan utara Suriah.

Namun, begitu Rusia mulai terjun pada 2015, pemberontak mulai terdesak.

Puncaknya adalah saat Juli 2017, Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian program rahasia yang selalu disangkal keberadaannya oleh Obama.

Banyak kalangan meyakini bahwa keputusan Trump terjadi karena dia memiliki hubungan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Namun, seperti dilaporkan Washington Post, biaya yang besar menjadi alasan Trump menghentikan program tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X