Markas Pemberontak Suriah Diserang, 23 Tewas Termasuk Warga Sipil

Kompas.com - 08/01/2018, 08:05 WIB
Kerusakan bangunan akibat ledakan di markas pemberontak, di Idlib, Suriah, Minggu (7/1/2018). (AFP/Zein Al Rifai) Kerusakan bangunan akibat ledakan di markas pemberontak, di Idlib, Suriah, Minggu (7/1/2018). (AFP/Zein Al Rifai)
|
EditorVeronika Yasinta


BEIRUT, KOMPAS.com - Sebuah ledakan terjadi markas pemberontak di Idlib, Suriah, pada Minggu (7/1/2018) menewaskan 23 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk penduduk sipil.

Mayoritas korban tewas merupakan pejuang dari kelompok pemberontak. Sementara, ada 7 warga sipil yang kehilangan nyawa.

Dilansir dari Straits Times, lembaga Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah menyatakan ledakan tersebut menargetkan sasaran markas kelompok pemberontak di Idlib.

Baca juga : Pangkalan Udara Rusia di Suriah Diserang, 2 Tentaranya Tewas

Belum diketahui secara pasti bagaimana ledakan itu terjadi. Namun, salah satu sumber menyebutkan ledakan yang mengguncang kota di distrik Thalatheen itu dilakukan dengan menggunakan bom mobil atau serangan pesawat tak berawak.

Ambulans meluncur ke lokasi ledakan. Tim penyelamat berupaya untuk mengangkat jenazah dan mengevakuasi korban luka akibat tertimbun reruntuhan bangunan.

Provinsi Idlib terletak di perbatasan Turki dan menjadi benteng kelompok pemberontak di Suriah, salah satu pendukung utama perlawanan terhadap Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Baca juga : Helikopter Rusia Jatuh di Suriah, Dua Pilot Tewas

Tentara Suriah dan sekutunya melancarkan serangan sejak Oktober 2017 untuk merebut kembali provinsi Idlib dan Hama.

Pasukan pemberontak utama di Idlib adalah kelompok Tahrir Al Sham, yang dipelopori oleh mantan afiliasi Al Qaeda di Suriah. Sebelumnya, kelompok itu bernama Nusra Front.

Suriah kehilangan Idlib dalam perang sekitar 2015. Wilayah itu menjadi satu-satunya provinsi yang sepenuhnya berada di bawah kendali oposisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X