China Beraktivitas di Wilayah Sengketa, Filipina Beri Nota Diplomatik

Kompas.com - 09/01/2018, 19:04 WIB
Peta wilayah sengketa di Laut China Selatan. BBC/UNCLOS/GOOGLE MAPPeta wilayah sengketa di Laut China Selatan.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

MANILA, KOMPAS.com - Pemerintah Filipina menyatakan bakal menyampaikan nota diplomatik kepada China.

Pernyataan itu diberikan setelah Manila menerima kabar China diduga melakukan aktivitas ilegal di Laut China Selatan yang masuk ke dalam wilayah sengketa.

Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana berkata, dirinya kini tengah menyelidiki dugaan Beijing membangun pangkalan militer di sana.

Penyelidikan tersebut berdasar laporan yang dirilis oleh lembaga think-tank Amerika Serikat, Prakarsa Transparansi Maritim Asia (AMTI) pada Desember 2017.

AMTI menyebut, citra satelit menunjukkan China tengah memasang radar dan mendirikan bangunan di kawasan pulau karang Fiery Cross.

Baca juga : Kongres Partai Mungkin Tentukan Sikap Beijing atas Laut China Selatan

Dari citra satelit, bangunan itu berdiri di atas lahan seluas 110.000 meter persegi.

AMTI juga membeberkan, sepanjang 2017, China getol membangun peralatan yang mendukung pengawasan darat dan laut.

Dilansir AFP Selasa (9/1/2018), Lorenzana menyatakan bahwa China menerangkan tengah membangun untuk kepentingan pariwisata.

"Namun, jika kabar yang beredar benar bahwa China menempatkan alutsista dan tentara di Laut China Selatan, maka hal itu jelas merupakan pelanggaran," kata Lorenzana.

Selain itu, Lorenzana berkata dia juga menerima laporan bahwa nelayan Filipina telah dilecehkan oleh penjaga pantai China.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X