Kompas.com - 09/01/2018, 08:34 WIB
Menara Trump di New York, Amerika Serikat, kebakaran pada Senin (8/1/2018) pagi wkatu setempat. (Twitter @hughcurran) Menara Trump di New York, Amerika Serikat, kebakaran pada Senin (8/1/2018) pagi wkatu setempat. (Twitter @hughcurran)
|
EditorVeronika Yasinta


NEW YORK, KOMPAS.com - Satuan pengawal presiden Amerika Serikat atau Secret Service melihat asap di atap Menara Trump pada Senin (8/1/2018) waktu setempat.

Dilansir dari ABC News, para agen kemudian menghubungi pemadam kebakaran. Tiga orang mengalami cedera ringan, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran menderita luka karena kejatuhan puing-puing, dan dilarikan ke rumah sakit.

Sementara, dua karyawan gedung, dievakuasi dari gedung karena menghirup asap terlalu banyak. namun, mereka menolak untuk mendapat perawatan medis.

Baca juga : Uji Kesehatan Trump Pekan Ini Tidak Termasuk Tes Kejiwaan

Sekitar pukul 07.00, lebih dari 70 petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di puncak gedung pencakar langit Fifth Avenue Trump di Jalan 57, di pusat kota Manhattan.

Kepala pemadam kebakaran Manhattan Roger Sakowich mengatakan petugas tidak kesulitan untuk mematikan api.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak ada masalah selama pemadaman api di dalam gedung," katanya.

Namun, asap muncul dari mesin pemanas dan pendingin di gedung yang memiliki 58 lantai itu.

Asap dari api tidak menembus ke lantai lain sehingga orang-orang yang berada di dalam gedung tidak perlu dievakuasi.

Putra Trump, Eric Trump, mengunggah kicauan di Twitter tentang penyebab kebakaran di atap gedung.

Dalam keterangannya, api muncul dari mesin pendingin gedung yang berada di atap. Dia memuji kinerja petugas pemadam kebakaran yang telah melakukan pekerjaan luar biasa.

"Pria dan perempuan dari pemadam kebakaran New York adalah pahlawan sejati dan mereka pantas mendapatkan ucapan terima kasih paling tulus dan pujian," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ABC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.