Kompas.com - 20/12/2017, 08:05 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi ke Korea Utara atas tuduhan melakukan serangan siber pada Mei 2017 di 150 negara.

Dilansir dari Washington Post, Selasa (19/12/2017), pemerintahan administrasi Donald Trump tidak menyebutkan secara spesifik tentang sanksi yang akan diberikan ke negara pimpinan Kim Jong Un tersebut.

Serangan ransomware WannaCry beberapa bulan lalu sempat menghebohkan dunia. Serangan siber itu menginfeksi ratusan ribu komputer di seluruh dunia, termasuk melumpuhkan sebagian layanan kesehatan nasional di Inggris.

Baca juga : Sejak 2015, Serangan Siber Hantam Lebih dari Separuh Bank di Jepang

Tuduhan ini merupakan serangan siber terbesar terhadap Korea Utara sejak peristiwa peretasan Sony Pictures pada 2014, setelah perusahaan film itu memproduksi film mengenai rencana Badan Intelijen Pusat AS (CIA) untuk membunuh Kim Jong Un.

Penasihat keamanan dalam negeri AS, Tom Bossert menyebut serangan siber WannaCry merupakan tindakan sembrono yang dapat menimbulkan malapetaka dan kehancuran.

"Kita tidak punya banyak ruang untuk memberi tekanan kepada Korea Utara untuk mengubah perilaku mereka," ucapnya kepada wartawan, di Gedung Putih.

Baca juga : Bagaimana Upaya Pemerintah Menangkal Maraknya Serangan Siber?

Pakar lain menyatakan serangan WannaCry kemungkinan besar dilakukan pemerintah Kim yang mengalami kekurangan dana, untuk mengambil sejumlah uang dari global.

Tahun lalu, kelompok peretas yang sama telah melakukan serangan malware yang menyebabkan sistem komputer bank sentral Bangladesh kehilangan uang hingga 81 juta dolar AS atau sekitar Rp 1 triliun.

"Sanksi terhadap Korea Utara benar-benar tidak akan mengubah tindakan mereka," ucap James Lewis, pakar teknologi dan intelijen AS.

Baca juga : Seorang WN Australia Hasilkan Puluhan Juta Dolar untuk Korea Utara

Pernyataan tuduhan serangan siber oleh pemerintah AS terhadap Korea Utara menunjukkan kekhawatiran atas kemampuan siber pemerintahan Kim.

Di bawah pemerintahan Trump, AS telah memberikan sejumlah sanksi ekonomi kepada Korea Utara, yang juga mendapat dukungan dari internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.