Seorang WN Australia Hasilkan Puluhan Juta Dolar untuk Korea Utara

Kompas.com - 17/12/2017, 12:43 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang berbicara dengan Hwang Pyong So dalam sebuah acara kenegaraan beberapa waktu lalu. AFPPemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang berbicara dengan Hwang Pyong So dalam sebuah acara kenegaraan beberapa waktu lalu.
|
EditorVeronika Yasinta


CANBERRA, KOMPAS.com - Polisi menangkap seorang warga negara Australia keturunan Korea atas tuduhan menjual bagian-bagian rudal dan teknologi lainnya di pasar gelap untuk mengumpulkan uang bagi Korea Utara.

Pria berusia 59 tahun yang tidak disebutkan namanya itu berusaha untuk melakukan transaksi ilegal yang menghasilkan puluhan juta dolar bagi negara pimpinan Kim Jong Un.

Dilansir dari AFP, pada Minggu (17/12/2017), Asisten Komisaris Polisi Federal Australia, Neil Gaughan menyatakan pria tersebut juga terlibat dalam diskusi untuk mendirikan fasilitas produksi rudal balistik dan perencanaan suplai konstruksi rudal.

Selain itu, dia juga diduga mengirimkan sejumlah komponen, perangkat lunak, dan transfer keahlian teknis dari Korea Utara.

"Kejadian ini tidak pernah kita lihat sebelumnya di Australia," katanya.

Baca juga : Jepang Naikkan Anggaran Militer untuk Tangkal Korea Utara

Pria yang telah tinggal di Australia selama tiga dekade ini dituduh menggunakan layanan komunikasi terenkripsi untuk memfasilitasi sejumlah perdagangan, termasuk penjualan komoditas batu bara dari Korea Utara ke entitas di Indonesia dan Vietnam.

Saat ini, dia berada dalam tahanan dan menghadapi enam tuduhan dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Polisi menuduh pria tersebut berhubungan dengan pejabat tinggi Korea Utara dan menyebutnya sebagai agen setia Korea Utara.

"Pria ini adalah agen setia Korea Utara. Dia yakin tindakannya bertujuan untuk aksi cinta tanah air," ucap Gaughan.

Baca juga : Jepang Kembali Jatuhkan Sanksi ke Korea Utara

Penyidik tidak akan mengesampingkan tuduhan lanjutan, termasuk dugaan perdagangan komoditas lainnya seperti minyak dan batu permata.

Polisi meyakini perdagangan yang dilakukan 'agen' tersebut tidak melibatkan pemerintah atau pejabat lainnya di Australia.

Namun, mereka tak dapat memberikan rincian terkait identitas atau perusahaan yang dituduh melakukan perniagaan dengan pria itu.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan penangkapan 'agen' Korea Utara itu menekankan pentingnya semua negara memberikan sanksi kepada Korea Utara.

"Sangat penting bagi semua negara untuk memberlakukan sanksi tersebut," katanya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X