Sejak 2015, Serangan Siber Hantam Lebih dari Separuh Bank di Jepang

Kompas.com - 18/10/2017, 09:08 WIB
Ilustrasi Getty Images/iStockphotoIlustrasi
EditorGlori K. Wadrianto

TOKYO, KOMPAS.com - Lebih dari separuh jumlah bank yang ada di Jepang telah mengalami serangan siber sejak tahun 2015.

Data tersebut terungkap dalam hasil survei yang digelar otoritas perbankan Jepang, Bank of Japan.

Survei bank sentral ini dilakukan pada bulan April lalu, dan menunjukkan bahwa 51 persen dari 411 responden telah diserang oleh peretas.

Dari jumlah tersebut, 10,9 persen mengaku mengalami gangguan operasi akibat serangan itu. 

Baca: Serangan Siber Penyebab Tabrakan Kapal-kapal Perang AS di Asia?

Sejumlah bank melaporkan bahwa situs mereka menjadi tidak dapat diakses untuk jangka waktu tertentu akibat serangan tersebut.

Responden dalam survei ini mencakup beragam jenis bank. Dari jumlah tersebut, 85,4 persen bank merasa bahwa bahaya serangan siber semakin meningkat.

Seperti dikutip dari laman Kyodo, Selasa (17/10/2017), BOJ mengatakan, bank-bank besar lebih rentan mengalami serangan.

Namun, kerusakan juga meluas di antara bank-bank regional, termasuk bank-bank yang lebih kecil dan berfokus pada masyarakat.

Di tengah meningkatnya risiko serangan siber, mayoritas bank mengaku telah menunjuk pejabat senior untuk mengawasi dan menangani tindakan balasan.

Bank juga menaikkan alokasi pengeluaran untuk membangun pertahanan mereka.

Mereka merencanakan untuk mengeluarkan rata-rata 178,3 juta yen atau kira-kira 1,59 juta dollar AS pada tahun fiskal 2017 yang berakhir pada bulan Maret 2018.

Angka anggaran tersebut naik 60 persen dari tahun fiskal 2015.

Baca: Fintech Berpotensi Dibobol Serangan Siber, Dunia Khawatir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X