Pemerintah Jepang Eksekusi Mati Dua Pembunuh

Kompas.com - 19/12/2017, 13:17 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorVeronika Yasinta


TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang kembali mengeksekusi mati dua pembunuh, termasuk seorang terdakwa yang ketika melakukan kejahatannya masih berusia remaja.

Dilansir dari AFP, Selasa (19/12/2017), pemerintah Jepang mengeksekusi Teruhiko Seki dan Kiyoshi Matsui dengan hukuman gantung.

Dengan begitu, total terdakwa yang telah dieksekusi mati menjadi 21 orang, sejak Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berkuasa pada 2012. Hukuman itu seakan mengabaikan seruan dari kelompok hak asasi manusia internasional untuk mengakhiri hukuman mati.

Seki dihukum karena membunuh empat orang di Chiba, sebelah tenggara Tokyo, pada 1992, saat berusia 19 tahun.


Baca juga : 50 Orang Melamar Jadi Algojo Hukuman Gantung di Zimbabwe

Dia merupakan tahanan anak yang digancar hukuman mati pertama di Jepang, sejak 1997. Orang dianggap dewasa pada usia 20 tahun di Jepang.

Sementara itu, Matsui (69) dihukum mati karena membunuh kekasihnya dan orangtua kekasihnya pada 1994.

Keduanya pernah mengajukan banding, sesuatu hal yang jarang terjadi di Jepang ketika seseorang terbukti melakukan pembunuhan.

"Kasus mereka adalah kasus yang sangat kejam," kata Menteri Kehakiman Jepang, Yoko Kamikawa.

"Saya memerintahkan eksekusi, setelah melakukan pertimbangan dengan teliti," tambahnya.

Baca juga : Jepang Diminta Hentikan Program Perburuan Paus

Di antara semua negara maju di dunia, hanya Jepang dan Amerika Serikat yang masih memberlakukan hukuman mati.

Hukuman mati mendapat dukungan publik yang luar biasa di Jepang, meski ada protes berulang kali dari pemerintah di negara Eropa dan kelompok HAM.

Mereka menyatakan sistem hukuman mati di Jepang sangat kejam. Narapidana akan dipenjara sealam bertahun-tahun dalam kurungan isolasi, dan diberitahu tentang hukuman mati beberapa jam sebelum eksekusi dilakukan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X