Apakah Kim Jong Un Eksekusi Seorang Pembantu Dekatnya?

Kompas.com - 14/12/2017, 11:50 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang berbicara dengan Hwang Pyong So dalam sebuah acara kenegaraan beberapa waktu lalu. AFPPemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang berbicara dengan Hwang Pyong So dalam sebuah acara kenegaraan beberapa waktu lalu.
|
EditorErvan Hardoko

PYONGYANG, KOMPAS.com - Salah satu pembantu dekat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tak terlihat publik selama beberapa waktu terakhir.

Menghilangnya Jenderal Hwang Pyong So menimbulkan spekulasi bahwa sang jenderal telah dieksekusi.

Hwang Pyong So adalah salah satu orang di lingkaran dalam Komite Sentral Partai Pekerja Korut.

Selain itu, Hwang juga seorang tokoh senior di kemiliteran dengan posisi di bawah panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Baca juga : Kim Jong Un Berjanji Ciptakan Nuklir Terkuat

Sebelum dikabarkan tak disukai lagi oleh Kim Jong Un, Hwang adalah satu dari hanya empat orang yang berdiri di samping sang pemimpin dalam uji coba nuklir keenam pada September lalu.

Namun, sejak itu dia menghilang setelah dikabarkan dituduhu menerima suap. Hwang secara resmi tak terlihat di muka publik sejak 13 Oktober lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika Hwang disingkirkan dari Partai Pekerja, maka itu berarti akhir dari karier politiknya dan kemungkinan juga hidupnya. Sejauh ini belum diketahui apakah dia masih hidup atau sudah meninggal," demikian laporan harian Korea Selatan, JoongAng Ilbo.

Kabar menghilangnya Hwang pertama kali muncul pada November lalu dalam rapat dengar pendapat parlemen dengan lembaga intelijen Korea Selatan (NIS).

Berdasarkan laporan intelijen, Hwang dan deputinya Kim Won Hong menjadi target inspeksi mendadak politbiro menyusul tuduhan perilaku "tak senonoh" terhadap rezim.

Baca juga : Kantor Berita Korut Klaim Kim Jong Un Bisa Kendalikan Cuaca

Seorang sumber kepada harian JoongAng Ilbo mengatakan, Hwang dan Kim dituduh menerima suap sehingga Kim Jong Un memerintahkan agar keduanya dihukum sebagai peringatan bagi pejabat lainnya.

Dalam skenario terburuk, nasib keduanya bisa saja serupa dengan paman Kim Jong Un, Jang Song Thaek yang ditangkap pada November 2013 dan dieksekusi karena dituduh menentang partai.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.