Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/12/2017, 11:58 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

ALGIERS, KOMPAS.com - Kelompok teroris ISIS yang semakin terdesak dan terusir dari negara Irak dan Suriah menjadikan sisa anggotanya bisa kembali ke negara asal mereka.

Tidak terkecuali negara-negara Uni Afrika. Diperkirakan mencapai 6.000 warga Afrika yang telah bergabung dengan ISIS bisa kembali ke negara asal mereka.

Komisaris Uni Afrika untuk keamanan dan perdamaian, Smail Chergui mengajak kepada negara-negara Afrika untuk bersiap menghadapi ancama tersebut.

Baca juga: Pejuang Perancis Gabung Pasukan ISIS di Afghanistan

Chergui mengatakan, perlu ada kerja sama antara negara-negara Afrika dan saling berbagi informasi intelijen untuk melawan gerilyawan ISIS yang kembali.

"Ada laporan yang mengatakan hingga 6.000 warga Afrika di antara 30.000 elemen asing yang bergabung dengan kelompok teroris di Timur Tengah," kata dia dalam sebuah pertemuan di Algeria.

"Kembalinya elemen-elemen asing tersebut menimbulkan ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas nasional, sehingga memerlukan perlakuan khusus dan kerja sama antara negara-negara Afrika," tambahnya dikutip dari AFP.

Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah yang mendeklarasikan kekalifahan mereka pada 2014 saat ini terus menelan kekalahan dan semakin terdesak.

Di Irak, pemerintah pada Sabtu (9/12/2017) telah mengumumkan berakhirnya perang melawan ISIS.

Baca juga: Irak Deklarasikan Perang Melawan ISIS Berakhir

Sementara di Suriah, kelompok itu harus menghadapi perlawanan dari pejuang Suriah didukung negara Barat, serta tentara pemerintah yang didukung Rusia dan Iran.

Namun, kekalahan ISIS di dua negara tersebut justru memicu kekhawatiran akan sisa-sisa gerilyawan yang mungkin akan berpindah dengan tetap membawa ideologi ekstrem dan kekerasan bersama mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.