Kompas.com - 11/12/2017, 11:58 WIB
Pasukan Irak mengambil alih Kota Hawija dari tangan gerombolan teroris ISIS, sejak pekan pertama Oktober 2017.  AFP PHOTOPasukan Irak mengambil alih Kota Hawija dari tangan gerombolan teroris ISIS, sejak pekan pertama Oktober 2017.
|
EditorAgni Vidya Perdana

ALGIERS, KOMPAS.com - Kelompok teroris ISIS yang semakin terdesak dan terusir dari negara Irak dan Suriah menjadikan sisa anggotanya bisa kembali ke negara asal mereka.

Tidak terkecuali negara-negara Uni Afrika. Diperkirakan mencapai 6.000 warga Afrika yang telah bergabung dengan ISIS bisa kembali ke negara asal mereka.

Komisaris Uni Afrika untuk keamanan dan perdamaian, Smail Chergui mengajak kepada negara-negara Afrika untuk bersiap menghadapi ancama tersebut.

Baca juga: Pejuang Perancis Gabung Pasukan ISIS di Afghanistan

Chergui mengatakan, perlu ada kerja sama antara negara-negara Afrika dan saling berbagi informasi intelijen untuk melawan gerilyawan ISIS yang kembali.

"Ada laporan yang mengatakan hingga 6.000 warga Afrika di antara 30.000 elemen asing yang bergabung dengan kelompok teroris di Timur Tengah," kata dia dalam sebuah pertemuan di Algeria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kembalinya elemen-elemen asing tersebut menimbulkan ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas nasional, sehingga memerlukan perlakuan khusus dan kerja sama antara negara-negara Afrika," tambahnya dikutip dari AFP.

Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah yang mendeklarasikan kekalifahan mereka pada 2014 saat ini terus menelan kekalahan dan semakin terdesak.

Di Irak, pemerintah pada Sabtu (9/12/2017) telah mengumumkan berakhirnya perang melawan ISIS.

Baca juga: Irak Deklarasikan Perang Melawan ISIS Berakhir

Sementara di Suriah, kelompok itu harus menghadapi perlawanan dari pejuang Suriah didukung negara Barat, serta tentara pemerintah yang didukung Rusia dan Iran.

Namun, kekalahan ISIS di dua negara tersebut justru memicu kekhawatiran akan sisa-sisa gerilyawan yang mungkin akan berpindah dengan tetap membawa ideologi ekstrem dan kekerasan bersama mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.