Kompas.com - 31/10/2017, 15:00 WIB
Keponakan pemimpin Korea Utara, Kim Han Sol bersama seorang kawan sekolahnya di Perancis. Rex FeaturesKeponakan pemimpin Korea Utara, Kim Han Sol bersama seorang kawan sekolahnya di Perancis.
|
EditorErvan Hardoko

BEIJING, KOMPAS.com - Aparat keamanan China dikabarkan menangkap dua tim pembunuh Korea Utara di Beijing.

Tim ini diduga berencana untuk membunuh Kim Han Sol, putra Kim Jong Nam yang tewas diracun di bandara Malaysia pada Februari lalu.

Mengutip sejumlah sumber Korea Utara, harian terbitan Korea Selatan JoongAng Ilbo mengabarkan, tim itu terdiri atas tujuh orang agen.

Mereka bertugas membunuh Kim Han Sol yang juga adalah keponakan pemimpin Korut Kim Jong Un. Sang keponakan ini dikenal amat kritis terhadap rezim Pyongyang.

Baca juga : Keponakan Kim Jong Un Dijaga Ketat Kepolisian Perancis

"Agen-agen Korea Utara masuk ke China untuk menyingkirkan Kim Han Sol. Namun, pekan lalu mereka ditangkap aparat China dan saat ini sedang diperiksa," kata sumber itu kepada JoongAng Ilbo, Senin (30/10/2017).

Sejauh ini tak diperoleh informasi soal keberadaan sisa anggota tim itu yang terdiri atas unit aksi, unit pendukung, dan unit pencari lokasi Kim Han Sol.

Pemerintah China dikabarkan mencium rencana ini saat pengamanan di negeri itu diperketat ketika Kongres Nasional Partai Komunis digelar di Beijing yang berlangsung sepekan sejak 18 Oktober lalu.

Setelah kematian ayahnya di Malaysia, Kim Han Sol bersembunyi bersama ibu dan adik perempuannya. Mereka nampaknya dibantu sebuah organisasi rahasia bernama Pertahanan Sipil Cheollima.

Dalam sebuah video yang dirilis ke YouTube, Kim Han Sol menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang membantunya pergi ke sebuah negara.

Sementara itu, dalam pernyataan resminya, Pertahanan Sipil Cheollima mengatakan, mereka merespon permintaan darurat dari keluarga Kim Jong Nam.

Halaman:


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X