Jalani Rekonstruksi, Dua Terdakwa Pembunuh Kim Jong Nam Kelelahan

Kompas.com - 24/10/2017, 12:40 WIB
Siti Aisyah dan Doan Thi Huong tengah menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Oktober 2017. (Moh Rasfan/AFP)
Siti Aisyah dan Doan Thi Huong tengah menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Oktober 2017. (Moh Rasfan/AFP)
|
EditorErvan Hardoko


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Dua tersangka kasus pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia, Selasa (24/10/2017).

Siti Aisyah, warga negara Indonesia, dan Doan Thi Huong, warga negara Vietnam, terlihat dikawal ketat 200 polisi bersenjata. Kedua perempuan itu menggunakan rompi anti-peluru.

Selain itu, hakim, pengacara pembela, dan jaksa penuntut juga tampak berjalan bersama mereka.

Dilansir dari laman Telegraph, mereka berada di bandara untuk melakukan rekonstruksi. Kali ini, keduanya dibawa ke klinik di mana Kim Jong Nam berada setelah serangan terjadi.

Setelah itu, mereka menuju ke pemberhentian taksi, tempat di mana keduanya pergi setelah melakukan pembunuhan.

Baca juga : Jaksa Agung Sebut Siti Aisyah Diperdaya dalam Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam

Selama di bandara, kedua perempuan itu tampak kelelahan dan kemudian ditempatkan di kursi roda karena wartawan terus mengejar mereka.

Huong dan Siti, yang berusia sekitar 20 tahunan itu, dituduh membunuh Kim Jong Nam pada 13 Februari 2017. Mereka lantas ditahan beberapa setelah pembunuhan itu terjadi.

Keduanya terancam hukuman mati apabila terbukti bersalah.

Siti dan Huong diduga membekap wajah Kim Jong Nam dengan kain yang mengandung racun kimia.

Baca juga : Video Pembunuhan Kim Jong Nam Ditayangkan di Ruang Sidang

Dalam pernyataan sebelumnya, Siti mengaku dibayar 400 ringgit atau sekitar Rp 1,2 juta untuk berperan dalam sebuah lelucon untuk acara televisi. Dia menduga zat kimia itu sebagai minyak untuk bayi.

Kim Jong Nam meninggal 20 menit setelah serangan yang menggunakan bahan kimia yang mematikan itu.

Masih ada empat tersangka lainnya yang berasal dari Korea Utara, tetapi hingga kini mereka masih buron.



Sumber Telegraph
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X