Tembok Perbatasan Meksiko Tahan Gempuran Palu dan Bor Listrik

Kompas.com - 20/10/2017, 16:43 WIB
Pekerja AS mengganti pagar dengan dinding baja baru yang lebih tinggi di sepanjang perbatasan antara Ciudad Juarez dan Sunland Park, New Mexico, di wilayah Juarez, negara bagian Chihuahua, Meksiko pada 12 September 2016. AFPPekerja AS mengganti pagar dengan dinding baja baru yang lebih tinggi di sepanjang perbatasan antara Ciudad Juarez dan Sunland Park, New Mexico, di wilayah Juarez, negara bagian Chihuahua, Meksiko pada 12 September 2016.
|
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON, KOMPAS.com - Donald Trump mulai merealisasikan janjinya untuk membangun tembok pemisah Meksiko dengan Amerika Serikat.

Dilansir dari ABC News, Jumat (20/10/2017), tembok yang biaya pembuatannya mencapai 5 juta dolar AS (Rp 68 miliar) itu mulai dibangun wilayah perbatasan San Diego.

Lokasi tembok itu nantinya di kaki Gunung Otay, yang sering dijadikan lokasi melintasnya para imigran gelap dari Meksiko.

Tembok setinggi sembilan meter itu berwarna abu-abu dan hitam, dengan campuran metal di atasnya dan batu bata di bawah.

Tembok itu dirancang berbentuk curam, tebal, dan memiliki banyak lekukan itu memiliki fungsi selain sekadar menjadi pembatas.

Selain kuat menahan pukulan palu godam, bor listrik selama setidaknya satu jam, desain lekukannya membuat imigran tidak bisa melemparkan pengait untuk membantu mereka memanjat.

Baca: Kesal dengan Donald Trump, Korut Kirim Surat untuk Australia

Selain itu dengan keberadaan tembok tersebut juga memudahkan polisi perbatasan melakukan pengawasan.

Menurut juru bicara Polisi Perbatasan San Diego, Theron Francisco mengatakan, banyaknya fungsi tembok tersebut memberikan banyak keuntungan.

Apalagi, sejak pembangunan tembok itu dimulai 26 September lalu, penjaga perbatasan sudah kecolongan lima kasus penyusupan ilegal.

"Tembok ini bisa membuat kami mengawasi mereka, dan mereka juga mampu melihat kami," kata Francisco seperti dilansir AZ Central.

Meski, lanjut Francisco, sisi negatifnya adalah imigran ilegal bisa menghafal kebiasaan polisi perbatasan.

Lebih lanjut, juru bicara pemerintahan Trump, Bob Goodlatte mengatakan, tembok ini bakal menjalani serangkaian tes.

"Tujuannya memastikan fungsi tembok itu ketika menerima berbagai macam percobaan penghancuran," kata politisi Partai Republik itu kepada ABC News.

Sebelumnya, Trump berjanji akan membendung imigran asal Meksiko yang menyusup ke Amerika Serikat.

Menurut Trump, orang-orang Meksiko yang datang ke AS secara ilegal adalah para pembuat onar.

Karena itu, Trump meminta Kongres agar mengesahkan permintaan dana sebesar 1,6 miliar dollar AS (Rp 21,6 triliun).

Dana tersebut digunakan antara lain untuk membangun tembok baru sepanjang 22,4 kilometer di San Diego.

Baca: Senator Meksiko Terpilih Pimpin Persatuan Parlemen Sedunia

Selain itu dia juga meminta pembangunan tembok sepanjang 96 kilometer di Lembah Rio Grande, Texas.

Menurut presiden ke-45 Amerika Serikat itu, lembah Sungai Rio Grande merupakan koridor yang paling sering digunakan imigran Meksiko menyeberang masuk ke negeri Paman Sam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ABCNews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Internasional
AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

Internasional
Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X