Karim Raslan
Pengamat ASEAN

Karim Raslan adalah kolumnis dan pengamat ASEAN. Dia telah menulis berbagai topik sejak 20 tahun silam. Kolomnya  CERITALAH, sudah dibukukan dalam "Ceritalah Malaysia" dan "Ceritalah Indonesia". Kini, kolom barunya CERITALAH ASEAN, akan terbit di Kompas.com setiap Kamis. Sebuah seri perjalanannya di Asia Tenggara mengeksplorasi topik yang lebih dari tema politik, mulai film, hiburan, gayahidup melalui esai khas Ceritalah. Ikuti Twitter dan Instagramnya di @fromKMR

Duterte Masih Menjadi Harapan Terbaik bagi Warga Tertinggal

Kompas.com - 13/10/2017, 15:10 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorAmir Sodikin

SELAMA 45 tahun terakhir, Manuel S Abad dan keluarganya menyewa rumah yang sama di La Loma, lingkungan yang sangat padat di kota Quezon – bagian dari konurbasi Metro Manila yang luas dan berpenduduk 28 juta jiwa.

Luas rumahnya hanya 60 meter persegi. Bersama lima orang anggota keluarganya yang lain, mereka berbagi dua kamar tidur seadanya, dengan empat tempat tidur susun dan beberapa matras di lantai.

Sebelum ini, saat kecil, Manuel memang sudah biasa tidur di ruangan yang sama, berbagi tempat dengan empat saudara dan orangtuanya.

Untuk kebanyakan orang Filipina, beberapa dekade setelah gerakan revolusi massa (people power) 1986, Filipina tidak membawa banyak kemajuan.

“Pada 1980an, biaya sewa ini hanya sekitar 500 peso per bulan. Sekarang, saya harus membayar 5.500 peso. Kalau saya ingin beli rumah ini sekarang, saya harus siapkan 112 juta peso,” papar Manuel.

Baca juga: Duterte Usir Seluruh Diplomat Uni Eropa dalam 24 Jam

Manuel yang berusia 49 tahun ini bekerja sebagai manager sales dan marketing di sebuah perusahaan OEM lampu, perusahaan yang memproduki lampu untuk perusahaan multinasional seperti Philips.

Lahir dari pasangan pengacara dan insinyur mesin, pria ceria yang memiliki tiga orang putra dan seorang putri ini berbahasa Inggris dengan sangat baik. 

“Saya berkesempatan untuk masuk ke sekolah swasta. Saya dulu seorang pelajar yang baik, dan sangat suka belajar,” dia mengisahkan masa lalunya.

“Tapi saat saya SMP, ayah saya pensiun. Saya harus bekerja untuk mencukupi diri saya. Waktu itu saya ingin pergi ke perguruan tinggi, namun sebaliknya, saya dikontrak sebagai animator untuk cerita anak-anak seperti Dragon Ball Z dan Sailormoon,” kata Manuel.

Sejak saat itu, Manuel bekerja di beberapa tempat yang berbeda, termasuk bertugas di barangay (Kantor Pemerintahan Kota) setempat. Terakhir, dia harus pindah kerja (dan mengalami potongan gaji) karena ada kebijakan Presiden Rodrigo Duterte terkait pemberantasan korupsi.

Agustus tahun lalu, kata Manuel, Duterte mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4, yang diarahkan kepada semua penunjukan presidensial untuk mengundurkan diri. Dia ingin memberantas korupsi di birokrasi dan mengawasi mereka semua dengan seksama.

"Atasan saya waktu itu termasuk di dalamnya dan saya tidak ingin ikut terseret. Jadi, saya pindah ke sektor swasta,” papar Manuel.

“Sekarang gaji saya hanya 45.000 peso sebulan. Sebelumnya, dua kali lipatnya!” kenang Manuel.

Manuel S. Abad, 49, bekerja sebagai manajer penjualan dan pemasaran untuk perusahaan lampu. 
Dok Karim Raslan Manuel S. Abad, 49, bekerja sebagai manajer penjualan dan pemasaran untuk perusahaan lampu.
Kita mungkin berasumsi Manuel tidak akan menyukai Presiden Duterte yang kontroversial. Alih-alih, dia justru pendukung setia politisi yang cukup agresif itu.

“Karena saya pernah bekerja di pemerintahan sebelumnya, saya bisa merasakan perubahannya. Sebelum Duterte, banyak sekali korupsi di industri agrikultur. Saya ingat satu kasus di mana produk seharga 5.000 peso, malah dikenakan biaya sebesar 750.000 peso! Sekarang semua dimonitor dengan seksama dan yang terbukti korupsi akan dihukum,” tuturnya penuh semangat.

Saya menanyakan kepada Manuel tentang perubahan lain yang ia rasakan sejak Duterte naik.
“Lima tahun lalu,” ujarnya, “saat saya pindah ke sini dari Makati, itu membutuhkan waktu tiga jam. Sekarang, hanya perlu 1 jam 40 menit, karena sekarang ada lebih banyak peraturan perihal pengkodean kendaraan dan pengelolaan alur dengan membuat beberapa jalan jadi satu arah.”

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.