Akankah Duterte Tetapkan Hari Libur Saat Aksi Besar 21 September? - Kompas.com

Akankah Duterte Tetapkan Hari Libur Saat Aksi Besar 21 September?

Kompas.com - 15/09/2017, 16:21 WIB
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.HO / PRESIDENTIAL PHOTO DIVISION / AFP Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan, Presiden Rodrigo Duterte tengah mempertimbangkan penetapan libur umum pada saat demonstrasi besar-besaran 21 September mendatang.

Menurut Lorenzana, seperti dikutip AFP, Jumat (15/9/2017), pertimbangan itu muncul demi memastikan warga masyarakat tak terjebak di tengah masalah yang mungkin muncul dalam aksi itu.

Dia mengatakan, awalnya Duterte tidak menentukan hari libur mana yang harus diumumkan. Namun kemudian dia direferensikan untuk menetapkan libur pada demonstrasi Kamis depan.

"Karena kubu kiri mengancam untuk melakukan demonstrasi besar-besaran pada tanggal 21," kata Lorenzana.

Baca: Perang Duterte Vs Trillanes, Hancurkan atau Dihancurkan...

Meskipun mendapat tentangan vokal dari sejumlah kelompok, Duterte tetap menjadi pemimpin yang sangat populer. Setidaknya hal itu terlihat dari hasil jajak pendapat yang digelar di negeri itu.

Aksi protes yang lalu, jarang yang mampu mengumpulkan orang dalam jumlah yang besar.

Duterte, memenangi pemilihan presiden tahun lalu di atas sebuah platform hukum dan ketertiban. Di mana, dia menjanjikan sebuah gerakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memberantas obat-obatan terlarang.

Kini realisasi dari janji kampanye itu telah menyebabkan lebih dari 3.800 orang tewas dalam operasi anti- narkoba, sejak dia menjabat 15 bulan yang lalu.

Baca: Benarkah Putra dan Menantu Duterte Terlibat Jaringan Narkoba?

Sementara, masih ada ribuan lainnya yang dibunuh dalam keadaan yang tidak dapat dijelaskan.

Banyak warga Filipina menilai, langkah Duterte ini sebagai solusi cepat untuk kejahatan yang meluas. Opini itu tercermin dari serangkaian jajak pendapat selama setahun terakhir.

Duterte telah berulang kali mengatakan, dia akan memberlakukan darurat militer di seluruh negeri.

Namun baik dia, maupun ajudannya tidak memberikan jangka waktu, dan kejadian tertentu yang akan memicu pemberlakuan status itu.

Hingga akhirnya, pada pekan lalu, seperti diceritakan Lorenzana, Duterte mengaku akan memberlakukan status darurat militer di seluruh negeri, jika aksi tersebut diwarnai kekerasan dan mengganggu ketertiban bangsa.

Baca: Akan Ada Aksi Besar di Filipina, Duterte Ancam Darurat Militer
 

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM