Duterte Usir Seluruh Diplomat Uni Eropa dalam 24 Jam - Kompas.com

Duterte Usir Seluruh Diplomat Uni Eropa dalam 24 Jam

Kompas.com - 13/10/2017, 13:23 WIB
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.
NOEL CELIS / POOL / AFP Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Dalam pidato pedas yang sarat kata-kata kasar, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuduh Uni Eropa mencampuri urusan dalam negeri negaranya.

Dia mengancam akan mengusir para diplomat Uni Eropa dalam waktu 24 jam.

Presiden Duterte menuduh bahwa Eropa bersekongkol untuk mengeluarkan Filipina dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tapi dia sendiri tidak memberikan bukti-bukti kuat untuk ini.

Sebelumnya, seusai delegasi Barat mengkritik perang terhadap narkoba yang sering di luar proses hukum yang dilancarkan Duterte, karena terjadi banyak eksekusi di luar langkah aparat keamanan.

Seorang juru bicara Uni Eropa kemudian mengatakan bahwa delegasi itu tidak mewakili blok mereka.

Dalam pidatonya, Presiden Duterte mengatakan, "Kami akan disingkirkan dari PBB? Kalian bajingan! Ayo coba saja," demikian BBC melaporkan, Jumat (13/10/2017).

Baca: Presiden Duterte Acungkan Jari Tengahnya untuk Uni Eropa

"Kalian mencampuri urusan dalam negeri karena kami miskin. Kalian memberi uang dan kemudian mengatur apa yang harus dilakukan."

Tentang para diplomat Uni Eropa, dia berkata, "Anda harus meninggalkan negeri saya dalam waktu 24 jam, Anda semua."

Dalam pidato itu ia melontarkan juga berbagai makian kasar. Namun dia tidak memberikan bukti untuk mendukung tudingannya bahwa pemerintah Uni Eropa berusaha mendorong Filipina keluar dari PBB.

Menanggapi pernyataan Duterte, juru bicara Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Kunjungan 'Delegasi Internasional Aliansi Progresif pada 8-9 Oktober lalu bukan merupakan sebuah misi Uni Eropa', sebagaimana yang secara keliru dilaporkan oleh beberapa media."

Dikatakan, delegasi beranggotakan tujuh orang tersebut meliuputi perwakilan dari Swedia, Jerman, Italia, Australia, dan Amerika Serikat.

"Uni Eropa dan Filipina bekerja sama secara konstruktif dan produktif dalam kemitraan yang erat dalam banyak konteks dan wilayah, termasuk, tentu saja, dalam konteks PBB," tambah pernyataan tersebut.

Baca: Giliran Duterte Menantang Ban Ki-moon dan Uni Eropa

Aliansi Progresif didirikan pada 2013, meliputi berbagai partai dan organisasi dari seluruh dunia.

Ini bukan pertama kalinya Presiden Duterte menyerang Uni Eropa terkait mengkritik mereka atas aksi keras dan brutal pemerintah dalam memberantas jaringan obat-obatan terlarang.

Tahun lalu, dia melancarkan serangan yang sarat dengan makian terhadap blok tersebut, dengan mengatakan bahwa bekas penguasa kolonial yang munafik seperti Prancis dan Inggris mencoba menebus dosa mereka sendiri.

Kebijakan Duterte dalam melancarkan pembunuhan di luar hukum dalam perang melawan narkoba memicu kecaman internasional yang meluas.

Polisi Filipina mengatakan bahwa sejak Duterte berkuasa tahun lalu, para petugas polisi telah menewaskan lebih dari 3.850 orang dalam operasi anti-narkoba.

Baca: Duterte Ancam Penggal Para Penentang Perang Melawan Narkoba

Sebelumnya pada hari Kamis kemarin, presiden menggeser peran polisi dari kepemimpinan dalam perang obat terlarang.

Duterte menggantikannya dengan Badan Pemberantasan Obat-obatan Terlarang menyusul penculikan dan pembunuhan terhadap seorang pebisnis Korea oleh petugas polisi dalam sebuah operasi anti-narkoba.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM