Trump: Ancaman Kata-kata Tak Cukup untuk Korea Utara

Kompas.com - 11/08/2017, 05:32 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump AFP Photo/Robyn BeckPresiden Amerika Serikat Donald Trump
EditorGlori K. Wadrianto

BEDMINSTER, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengulangi peringatan kerasnya kepada Korea Utara, Kamis (10/8/2017).

Berbicara di samping Wakil Presiden Mike Pence di lokasi liburannya di New Jersey, Trump mengatakan, ancaman "hujan api dan kemarahan" mungkin tak cukup ampuh untuk Korut.

Baca: Tunggu Restu Kim Jong Un, 4 Rudal Korut Segera Ditembakkan ke Guam

Trump juga mengatakan, China dapat melakukan lebih banyak peran dalam menekan Pyongyang untuk mengakhiri program senjata nuklirnya.

Dia pun menanggapi komentar Korut yang menyubut peringatannya sebagai omong kosong. Trump kembali berkata kepada wartawan, "mungkin memang peringaan semacam itu tak cukup bagi mereka."

"Mereka sudah lama melakukan ini di negara kita, bertahun-tahun," kata Trump, seperti dikutip AFP.

"Sudah saatnya seseorang maju membela warga di negara ini dan juga warga di negara lain. Jadi mungkin memang kata-kata tak lagi cukup kuat untuk mereka," sambung Trump. 

Sebelumnya, Trump sudah memperingatkan Korut bahwa mereka berada di bawah ancaman balasan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Hal itu terjadi jika Pyongyang melanjutkan program nuklirnya.

Baca: Trump Kembali Umbar Ancaman dan Kemarahan kepada Korut

Hal itu mendorong Pyongyang untuk mengancam serangan rudal ke Guam, wilayah kecil AS di Pasifik yang merupakan tempat fasilitas udara dan angkatan laut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X