Kompas.com - 24/07/2017, 18:30 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

PARIS, KOMPAS.com - Swaziland, yang memiliki beban HIV terberat di dunia, telah mengurangi tingkat infeksi baru dalam lima tahun dengan meningkatkan akses terhadap obat penekan virus.

Di negara ini, sekitar satu dari tiga orang dewasa terinfeksi virus penyebab AIDS.

Baca: Raja Swaziland Segera Menikah untuk Ke-14 Kalinya

Dengan rasio tersebut, Zwaziland telah memperluas program publik untuk menguji orang-orang yang terinfeksi HIV, dan memasukkannya ke dalam pengobatan anti-retroviral (ART).

"Sejak 2011, kejadian HIV nasional di Swaziland turun hampir setengahnya," ungkap tim peneliti yang dipimpin oleh Velephi Okello dari Kementerian Kesehatan negeri itu, Senin (24/7/2017).

Baca: Perjalanan Panjang di Balik Obat HIV Pertama

Data ini tertuang dalam salah satu bagian presentasi tertulis mengenai sebuah konferensi ilmiah HIV di Paris, Perancis.

Insiden adalah kata yang digunakan oleh ahli epidemiologi untuk menilai infeksi baru dalam suatu populasi.

"Mempertahankan prestasi ini akan menjadi hal terpenting bagi keberhasilan Swaziland dalam membatasi epidemi HIV yang parah," kata periset tersebut.

Pada tahun 2011, 31 persen orang dewasa (berusia 18-49), -dari total populasi negara yang hanya memiliki penduduk 1,2 juta-, telah terinfeksi HIV. Demikian data dari pemerintahan setempat.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.