Kompas.com - 11/07/2017, 16:16 WIB
Asap mengepul pasca-serangan pasukan Irak atas posisi kelompok teroris ISIS di Mosul, Irak utara, pada Minggu (25/6/2017).
ReutersAsap mengepul pasca-serangan pasukan Irak atas posisi kelompok teroris ISIS di Mosul, Irak utara, pada Minggu (25/6/2017).
|
EditorPascal S Bin Saju

Meski Mosul telah dibebaskan dari ISIS, Irak masih menghadapi ketidakpastian.

Stabilitas dalam jangka panjang hanya bisa terwujud jika pemerintahan di Baghdad mampu menangani ketegangan etnis dan sektarian yang menyelimuti negara itu pasca-tumbangnya Saddam Hussein pada 2003.

Gabburi meminta pemerintah Baghdad segera menumpas milisi ISIS yang masih menguasai area sekitar kota Mosul, seperti kota Tal Afar (sekitar 63 kilometer barat kota Mosul), Lembah Nineveh, dan area Sungai Eufrat di sekitar perbatasan Irak-Suriah.

Menurut dia, jika pemerintah Baghdad lengah, milisi ISIS cepat atau lambat bisa kembali lagi ke kota Mosul melalui area-area sekitar yang masih mereka kontrol.

Ketua Komisi Urusan Keamanan dan Pertahanan di parlemen Irak, Hakim al-Zamili kepada koran Al Hayat mengatakan, kota Mosul telah dibebaskan, dan babak berikutnya harus segera membebaskan kota Tal Afar, Hawija, dan al-Qaim yang masih dikontrol ISIS.

Ia menyebut pula bahwa Baghdad tak segera bergerak menuju kota-kota itu, hal ini akan memberi kesempatan kepada ISIS membangun kembali barisannya dan lalu mengancam lagi kota Mosul serta kota lain di Irak.

Baca: Melihat Sepak Terjang "Sniper" Pembasmi Teroris ISIS di Mosul

Seperti diberitakan stasiun televisi swasta Irak, Sumaria News, Minggu (9/7), ISIS telah memutuskan kota Tal Afar sebagai ganti kota Mosul.

Menurut laporan stasiun itu, ISIS telah menyebarkan selebaran di kota Tal Afar berisi pemberitahuan bahwa semua aktivitas resmi ISIS akan dilakukan di kota Tal Afar pasca- kekalahan mereka di Mosul.

 

(Berita ini mengalami perubahan dari Versi cetak artikel ini asli yang terbit di harian Kompas, 11 Juli 2017, di halaman 8 dengan judul "Kota Mosul Menghadapi Babak Baru")

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.